ADVERTISEMENT

Kejati DKI Geledah Kantor PT GAS Solution Terkait Kasus Korupsi

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 20:52 WIB
Poster
Foto Ilustrasi Korupsi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DKI) tengah mengusut kasus korupsi pada PT PGAS Solution dalam pembayaran pengadaan dan sewa alat pembuatan sumur geotermal tahun 2018. Tim penyidik telah melakukan penggeledahan dan penyitaan di 2 tempat salah satunya di kantor PT PGAS Solution.

"Telah melakukan penggeledahan di 2 tempat, yaitu Kantor PT PGAS Solution yang beralamat di Jl KH Zainul Arifin No. 20 Jakarta Barat, dan tempat tinggal Sdr. DASW (Mantan Direktur Operasi PT Taruna Aji Kharisma) yang beralamat di Emerald Town House Bintaro Jaya Tangerang Selatan," kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam dalam keterangannya, Selasa (16/8/2022).

Penggeledahan dan penyitaan itu dilakukan dengan mengantongi surat penetapan dari pengadilan setempat. Dari 2 tempat yang digeledah itu, tim penyidik menyita dokumen pengadaan dan sewa alat pembuatan sumur geotermal di Sabang, Provinsi Aceh.

Kasus itu bermula pada tahun 2018, ketika PT PGAS Solution, yang merupakan anak usaha dari BUMN PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk, yang menyediakan berbagai layanan di bidang energi dan infrastruktur, telah memperoleh pekerjaan pembelian dan sewa alat untuk kebutuhan pembuatan sumur Geothermal dari PT Taruna Aji Kharisma.

Kemudian untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, PT PGAS Solution menunjuk PT Adhidaya Nusaprima Teknindo dengan nilai kontrak pekerjaan pembelian alat sebesar Rp 22.022.784.300 (miliar).

Sedangkan untuk pekerjaan sewa alat sebesar Rp 9.702.000.000 (miliar) sehingga total keseluruhan pekerjaan sebesar Rp 31.724.784.300 (miliar).

Dalam pelaksanaannya, PT Adhidaya Nusaprima Teknindo tidak pernah menyerahkan kepada pembelian dan sewa alat untuk kebutuhan pembuatan sumur geotermal kepada PT PGAS Solution atau proyek fiktif.

Akan tetapi, meskipun pembelian dan sewa alat untuk kebutuhan pembuatan sumur Geothermal tidak pernah diserahterimakan oleh PT Adhidaya Nusaprima Teknindo kepada PT PGAS Solution, PT PGAS Solution tetap melakukan pembayaran kepada PT Adhidaya Nusaprima Teknindo.

"Sejumlah uang pembayaran tersebut oleh PT Adhidaya Nusaprima Teknindo diserahkan kepada PT Taruna Aji Kharisma sehingga diduga mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 31.724.784.300 (miliar).

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kejati DKI) meningkatkan penanganan perkara dugaan korupsi PT PGAS Solution 2018 menjadi penyidikan. Dugaan korupsi yang disidik kejaksaan tersebut terkait pembelian dan sewa alat pembuatan sumur geotermal di Aceh pada 2018.

"Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta telah meningkatkan status penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada PT PGAS Solution dalam pembelian dan sewa alat pembuatan sumur geotermal di Sabang Aceh pada 2018 ke tahap penyidikan," kata Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam dalam keterangan tertulis, Rabu (22/6/2022).

(yld/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT