ADVERTISEMENT

Polisi Akan Periksa Guru SMK Jakpus yang Diduga Aniaya Murid

Wildan Noviansyah - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 11:50 WIB
Poster
Ilustrasi penganiayaan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih mengusut kasus oknum guru yang menganiaya muridnya di sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jakarta Pusat. Hari ini, polisi akan meminta keterangan kepada pihak sekolah terkait kasus tersebut.

"Rencananya hari ini kita akan mendatangi pihak sekolah untuk meminta keterangan dari pihak sekolah," kata Kapolsek Sawah Besar AKP Patar Mula Bona saat dihubungi, Selasa (16/8/2022).

Patar mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mencari tahu motif pemukulan tersebut. Dari kabar yang beredar, disebutkan korban dianiaya guru karena dituduh terlibat dalam pemalakan adik kelas.

Patar menuturkan, setelah mendapatkan keterangan pihak sekolah, pihak kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan terhadap guru yang diduga memukul korban.

"Itu (dugaan pemalakan dan perundungan) yang akan kita cari tahu hari ini. Kita cari keterangan dulu dari pihak sekolah. Kalau sudah dapat, nanti dikembangkan, termasuk pemeriksaan gurunya," ujarnya.

Hingga ini pihak kepolisan sudah melakukan visum terhadap luka korban, namun hasilnya belum keluar. Selain itu, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi, termasuk korban dan dua rekannya.

Berdasarkan keterangan mereka, mereka tidak membahas terkait dugaan perundungan dan pemalakan. Namun para saksi membenarkan bahwa oknum guru tersebut memukul korban.

"Mereka kemarin tidak membahas ke arah sana (motif pemukulan). Mereka hanya menyebutkan korban ditanya sama oknum guru soal pemalakan itu, tapi korban jawabnya nggak tahu, kemudian langsung dipukul. Tapi mereka mengakui adanya pemukulan oleh oknum guru," jelasnya.

Patar mengatakan peristiwa pemukulan terjadi pada Jumat (12/8). Pihaknya saat ini masih menyelidiki dan belum bisa menjelaskan secara detail kronologi kasus tersebut.

"Kita masih melakukan penyelidikan. Nanti kita sampaikan kalo sudah dapat keterangan dari pihak sekolah, karena baru satu pihak," pungkasnya.

Dugaan Guru Aniaya Murid

Berdasarkan keterangan ayah korban, peristiwa dugaan pemukulan itu terjadi pada Jumat (12/8). Saat itu korban bersama beberapa siswa lain dipanggil ke ruang guru.

Guru menuding korban terlibat dalam kasus pemalakan adik kelas. Karena tidak mau mengaku, R, yang duduk di bangku kelas XII, langsung dianiaya oleh oknum guru olahraga berinisial HT.

Pemukulan hingga penendangan itu diterima R hingga mengalami luka memar di bagian mata. Dia menunjukkan foto wajah R setelah dianiaya.

Terlihat bagian pelipis kanan R lebam hingga menutupi mata. Korban juga mengalami luka di bagian mulut.

Tidak terima dengan kondisi tersebut, ayah korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sawah Besar.

Dia mengaku anaknya dan beberapa saksi lain sudah dimintai keterangan. Dia berharap polisi dapat memproses hukum peristiwa tersebut.

Lihat juga video 'Siswa di Manado Ditampar Guru, Ortu Laporkan ke Polisi':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT