ADVERTISEMENT

Kasus Pengeroyokan Siswa SMAN 70 Jakarta Berujung Damai, 6 Pelaku Dibebaskan

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 23:21 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi Pengeroyokan (Dok. detikcom)
Jakarta -

Kasus pengeroyokan siswa SMAN 70 Jakarta oleh 6 kakak kelasnya kini berujung damai. Keenam pelaku yang sempat ditahan di Polres Jakarta Selatan kini dibebaskan.

Ibu korban pengeroyokan, Noviani, mengaku memaafkan segala perbuatan para pelaku pengeroyok buah hatinya. Dia mengaku tak tega melihat nasib para pelaku yang baru lulus SMA mendekam di balik jeruji besi.

"Saya betul-betul tidak sampai hati untuk menaruh mereka ke sana, atau kasus kita proses ke pengadilan. Makanya saya bicara kepada suami saya dan kepada anak-anak saya bagaimana ini karena tidak sampai hati untuk melakukan itu," kata Noviani dalam konferensi pers, Senin (15/8/2022).

Setelah berkonsultasi dengan pengacara dan suaminya, mereka memutuskan tak melanjutkan kasus ini dengan membayar uang komitmen demi memberikan efek jera.

"Kami mau ada suatu kewajiban yang harus mereka keluarkan. Maksudnya, jangan begitu mudah saja mereka bisa keluar," tegasnya.

Adapun uang komitmen yang mesti dibayarkan sebesar Rp 70.022.000 per pelaku. Jika diakumulasikan, nominalnya mencapai Rp 420.132.000.

Kuasa hukum keluarga korban, Rully Arif, mengatakan uang tersebut sepenuhnya didonasikan ke sejumlah yayasan yang ditentukan oleh keluarga korban. Rinciannya, Yayasan Indonesia Peduli Anak Berkebutuhan Khusus di Jakarta, Yayasan Sarana Penghafal Alqur'an Indonesia di Depok, Yayasan Rumah Cahaya Rasullulah Bekasi Barat yang bekerja sama dengan Yayasan Al Fajar Berseri di Tambun Bekasi, Yayasan Sayap Ibu di Jakarta, Yayasan Percik Insani Bandung, dan Yayasan Bhakti Luhur di Malang Jawa Timur.

"Sebagai tindak lanjut dari pemberian jumlah komitmen dari para pelaku yang langsung di transfer kepada yayasan sebagaimana telah disebutkan di atas, pihak korban setuju dan sepakat untuk mencabut LP dengan membuat BAP Pencabutan dan menyerahkan surat permohonan pencabutan LP kepada Kapolres Jakarta Selatan pada hari yang sama, tanggal 10 Agustus 2022," ujarnya.

"Dengan demikian, maka kasus pengeroyokan anak di bawah umur dinyatakan telah selesai karena adanya perdamaian," sambungnya.

(taa/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT