ADVERTISEMENT

Komnas HAM Ungkap Kondisi Terkini Bharada E

Nahda Rizky Utami - detikNews
Senin, 15 Agu 2022 20:53 WIB
Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo, Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). Kedatangan Bharada E tersebut untuk dimintai keterangan terkait insiden baku tembak dengan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J  yang terjadi pada Jumat (8/7) lalu di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri nonaktif Irjen Pol. Ferdy Sambo. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym.
Bharada Richard Eliezer atau Bharada E (Antara Foto/M Risyal Hidayat)
Jakarta -

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Bharada Richard Eliezer (RE atau E) hari ini di rutan Bareskrim. Komnas HAM mengungkap kondisi terkini Bharada E.

"Kondisi Bharada E sehat, terus kemudian sangat baik, dan mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan Komnas dengan lancar," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepada wartawan di kantornya, Senin (15/8/2022).

Seorang wartawan sempat bertanya apakah Bharada E mendapatkan tekanan terkait kasus yang menewaskan rekannya, Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Diketahui, Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tewasnya Brigadir J.

Terkait pertanyaan tersebut, Beka memberikan jawaban serupa dengan yang diucapkannya.

"Tadi, kondisinya sehat, sangat baik, dan bisa lancar dalam memberikan respons pertanyaan-pertanyaan yang diberikan Komnas HAM," kata Beka.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan soal hasil pemeriksaan Bharada E yang dilakukan pihaknya hari ini. Dia mengatakan Komnas HAM mengkonfirmasi soal data yang sudah didapat kepada eks ajudan Irjen Ferdy Sambo tersebut.

"Apa saja yang kami dalami tentu saja memang kami berangkat dari apa yang sudah dimiliki oleh Komnas HAM, baik keterangan sebelumnya maupun bahan-bahan yang lain, misalnya foto, terus yang lain itu kita punya percakapan, yang terdapat dalam bingkai cyber, jadi HP dengan HP dan sebagainya, tadi kami konfirmasi," ujar Anam di lokasi yang sama.

Anam menyampaikan, dari pemeriksaan Bharada E itu, menguatkan soal dugaan obstruction of justice.

"Apa yang kami dapat, banyak hal yang ini semakin membuat terangnya peristiwa, salah satu yang paling penting kami dapatkan adalah semakin menguatnya indikasi adanya obstruction of justice. Jadi bingkai hal yang penting yang didapat oleh Komnas HAM, obstruction of justice-nya makin terang," ucap Anam.

Diketahui, Beka dan Anam mendatangi rumah dinas yang dulu ditempati Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jaksel. Di sana, Komnas HAM mencocokkan data-data yang sudah dikumpulkan hingga mengecek jejak upaya penghalangan proses hukum.

Komnas HAM juga mencocokkan keterangan dari Ferdy Sambo hingga ajudan-ajudan yang pernah diperiksa. Komnas juga memeriksa soal CCTV hingga jumlah tembakan yang dilepaskan di tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT