ADVERTISEMENT

Tipu Muslihat Indra Kenz: Gaya Hidup Mewah, Pura-pura Beli Mobil Mahal

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 17:01 WIB
Indra Kenz (tengah) di Kejari Tangerang
Indra Kenz (tengah) di Kejari Tangerang (Khairul/detikcom)
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) membongkar tipu muslihat mantan afiliator Binomo, Indra Kenz, agar para korban mau ikut dalam permainan di aplikasi Binomo. Jaksa menyebut Indra Kenz di akun media sosialnya memamerkan seolah-olah bergaya hidup mewah.

"Bahwa terdakwa melalui akun sosial medianya melakukan tipu muslihat dengan cara memperlihatkan gaya hidup mewah," kata jaksa saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Tangerang, Jalan Taman Makam Pahlawan Taruna, Tangerang, Jumat (12/8/2022).

Tipu muslihat Indra Kenz terus berlanjut. Masih di akun media sosialnya, Indra Kenz memperlihatkan seolah-olah sedang melakukan pembayaran untuk membeli mobil mewah di showroom pengusaha terkenal Rudy Salim. Padahal, menurut jaksa, Indra Kenz tidak pernah membeli mobil tersebut.

"Seperti pada saat seolah-olah terdakwa sedang melakukan pembayaran uang muka untuk pembelian mobil mewah pada showroom milik saksi Rudy Salim, padahal kenyataannya terdakwa tidak pernah benar-benar membeli mobil tersebut namun hanya bohong belaka," ujar jaksa.

Jaksa mengatakan korban aplikasi Binomo Indra Kenz sebanyak 144 orang dengan nilai Rp 83 miliar. Jaksa mengatakan sejumlah korban melihat video Indra Kenz berjudul 'Cara Cepat Dapat Uang dan Mudah dari Binomo (Trading 1 Menit Dapat 3 Juta)'.

Jaksa mengatakan korban Binomo selain menonton video tersebut juga melihat media sosial Indra Kenz yang menampilkan gaya hidup mewah. Oleh karena itu, para korban tergiur oleh postingan Indra Kenz yang seolah-olah kaya 'instan' sehingga akhirnya para korban tergiur mengikuti Binomo.

"(Para korban) melihat akun sosial media Terdakwa yang memperlihat gaya hidup mewah Terdakwa yang diperoleh dengan cara yang mudah mengakibatkan para saksi korban tersebut menjadi tergerak untuk mengikuti permainan Binomo dan akhirnya mendaftar melalui link referral INDRA KESUMA alias INDRA KENZ dengan link https://www.binomorupiah.com/id lalu untuk dapat mengikuti permainan Binomo tersebut para saksi korban harus mendepositkan sejumlah uang," katanya.


Didakwa Judi Online, Hoax hingga TPPU

Diketahui, Indra Kenz didakwa melakukan pidana judi online, penyebaran berita bohong (hoax) melalui media elektronik hingga mengakibatkan kerugian konsumen melalui transaksi elektronik, penipuan atau perbuatan curang, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Indra Kenz didakwa pasal berlapis dalam kasus investasi bodong aplikasi Binomo.

"Terdakwa Indra Kenz dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, dan/atau mentransmisikan dan atau membuat dapat aksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian yang dilakukan oleh terdakwa," kata jaksa penuntut umum saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Tangerang, Jalan Taman Makam Pahlawan, Tangerang, Jumat (12/8).

Indra Kenz dalam kasus ini didakwa pasal berlapis. Pasal yang didakwakan adalah Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) dan/atau Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 3 dan/atau Pasal 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Simak halaman selanjutnya.

Lihat Video: JPU Sebut Indra Kenz Beri Harapan Palsu untuk Cepat Kaya

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT