ADVERTISEMENT

PKB Minta Tarif Integrasi Prioritas untuk Warga DKI Belum Mampu

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 10:28 WIB
Sejumlah penumpang beraktivitas di Halte CSW, Jakarta, Kamis (11/8/2022). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menetapkan besaran maksimal tarif integrasi transportasi MRT-LRT-TransJakarta sebesar Rp 10 ribu. Kebijakan tarif integrasi tiga mode transportasi itu diberlakukan mulai hari ini.
Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan tarif integrasi untuk moda transportasi MRT, LRT, dan TransJakarta (TransJ). (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan tarif integrasi untuk moda transportasi MRT, LRT, dan TransJakarta (TransJ). Ketua Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas meminta agar pengguna tarif integrasi diprioritaskan bagi warga Jakarta, khususnya kalangan menengah ke bawah.

"Jadi yang diminta yang diprioritaskan masyarakat Jakarta yang benar-benar terseleksi yang belum mampu dulu," kata Hasbiallah kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Hasbiallah menuturkan skala prioritas perlu ditetapkan karena subsidi transportasi umum dikucurkan melalui APBD DKI Jakarta. Menurutnya, Pemprov DKI harus memastikan betul kebijakan ini dinikmati oleh warga Ibu Kota.

"Permintaan kita waktu di rapat itu harus dipilah ini kan uang masyarakat Jakarta. Penambahan modal kan juga dari uang masyarakat Jakarta," jelasnya.

Anggota Komisi B itu juga meminta agar Pemprov DKI memaksimalkan promosi serta sosialisasi kepada masyarakat. Dia menilai pengguna layanan JakLingko masih sepi peminat.

"Mempromosikan itu harus dioptimalkan. Mempromosikan supaya bagaimana masyarakat itu sadar, mau naik moda transportasi dari Pemda ini. Kalau tidak ada sosialisasi yang maksimal terus seperti ini. Berapapun penambahan modalnya, terus seperti ini," tandasnya.

Simak juga video 'Menhub Ke Jepang Percepat Pembangunan Infrastruktur Transportasi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT