ADVERTISEMENT

Dirut BPJS Kesehatan Sebut Kolaborasi Jadi Kunci JKN Capai Predikat UHC

Hanifa Widyas Sukma Ningrum - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 22:12 WIB
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti
Foto: BPJS Kesehatan
Jakarta -

Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti mendorong seluruh pihak untuk membangun kolaborasi yang kuat guna mencapai predikat Cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC). Sebab, salah satu fokus untuk memberikan perlindungan kesehatan penduduk Indonesia secara menyeluruh adalah sistem UHC.

Ia menjelaskan BPJS Kesehatan telah berfokus terhadap customer journey dan provider journey dalam implementasi Program JKN. Menurutnya, kepuasan peserta saat mengakses pelayanan menjadi hal penting untuk mengukur tingkat keberhasilan Program JKN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Jalan menuju UHC di Indonesia masih menjadi tantangan, karena harus memenuhi beberapa aspek, diantaranya memastikan seluruh penduduk Indonesia terjamin Program JKN, dapat menyediakan paket manfaat pelayanan kesehatan yang komprehensif dan melindungi masyarakat dari pengeluaran kesehatan yang tinggi," kata Ghufron dalam keterangan tertulis, Kamis (11/8/2022).

Dalam kegiatan Healthcare Reboot: Post-Pandemic Strategies and Investment Opportunities, Kamis (11/08), ia menjelaskan BPJS Kesehatan terus perkuat kemitraan melalui kolaborasi dengan seluruh mitra kerja Program JKN. Kolaborasi ini dilakukan guna menghadirkan Program JKN yang kian prima.

Tidak hanya kualitas pelayanan, ia menyebut kolaborasi yang dibangun menyasar seluruh mitra demi meningkatkan cakupan kepesertaan Program JKN sehingga bisa mencapai predikat UHC di tahun 2024 mendatang.

Selain itu, lanjutnya, kolaborasi ini telah menciptakan perkembangan layanan di berbagai sektor, seperti integrasi di bidang keuangan, integrasi layanan dengan stakeholder serta integrasi dengan mitra fasilitas kesehatan.

"Salah satu contohnya dalam perluasan saluran pembayaran. Kerja sama dengan mitra perbankan di pusat maupun di daerah telah menciptakan kemudahan bagi peserta untuk melakukan pembayaran iuran melalui layanan yang bisa diakses melalui seluler hingga menempatkan ATM di kantor cabang BPJS Kesehatan. Bukan hanya itu, kini sudah terdapat lebih dari 700 ribu saluran pembayaran yang bisa dimanfaatkan peserta untuk melakukan pembayaran iuran," kata Ghufron.

Dari sisi pelayanan, BPJS Kesehatan juga telah memperkuat kemitraan dengan seluruh fasilitas kesehatan untuk mengintegrasikan layanan yang bisa diakses oleh peserta, seperti layanan telekonsultasi yang sudah menembus angka 12,8 juta pemanfaatan per 31 Desember 2021.

Layanan lain yang bisa diakses dan dimanfaatkan oleh peserta BPJS Kesehatan adalah antrean online melalui Mobile JKN saat berkunjung ke fasilitas kesehatan, baik tingkat pertama maupun tingkat rujukan.

Menurutnya, fitur yang bisa diakses dalam aplikasi Mobile JKN sangat memudahkan peserta untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

"Oleh karena itu, dukungan dari seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk bersama-sama mewujudkan capaian UHC di Indonesia. Sehingga nantinya seluruh masyarakat Indonesia bisa mendapatkan jaminan kesehatan secara menyeluruh dan dapat mengakses pelayanan kesehatan yang prima di seluruh fasilitas kesehatan," tandas Ghufron.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula sebagai pembicara Ketua Indonesia Health Economics Association (InaHEA) Hasbullah Thabrany dan Pakar Kesehatan Masyarakat sekaligus Ketua Asosiasi Ahli Asuransi Kesehatan Indonesia Rosa Ginting.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT