Speak Up Seali Syah Istri Brigjen Hendra: Se-Indonesia Kena Prank Ferdy Sambo

ADVERTISEMENT

Speak Up Seali Syah Istri Brigjen Hendra: Se-Indonesia Kena Prank Ferdy Sambo

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 19:20 WIB
Brigjen Hendra Kurniawan dan istri, Seali Syah.
Brigjen Hendra Kurniawan dan istri, Seali Syah. (Foto: dok. Mrs. Seali HK)
Jakarta -

Istri Brigjen Hendra Kurniawan, Seali Syah, mencurahkan isi hatinya di media sosial terkait kasus Irjen Ferdy Sambo yang turut menyeret suaminya. Seali Syah mengungkapkan kekecewannya kepada Ferdy Sambo yang disebutnya telah membuat skenario hingga seluruh masyarakat kena 'prank'.

"Ketika ada urusan 'rumah tangga' kemudian ada korban jiwa..dibuatlah sebuah SKENARIO peran yang hanya orang2 dalam rumah itu yang tahu. Ketika penyidik datang, para aktor di dalam rumah tersebut menjalankan SKENARIO dengan sangat lancar..bukan hanya institusi, tapi seluruh rakyat Indonesia kena 'PRANK'," ujar Seali Syah saat dihubungi detikcom. Hal yang sama juga disampaikan Seali dalam postingan Instagram Storiesnya, Kamis (11/8/2020).

Dalam perbincangan dengan detikcom, Saeli Syah mengungkapkan bahwa curhat itu adalah sebuah bentuk protes dirinya yang mewakili ibu-ibu Bhayangkari yang 'ditinggal' suaminya karena harus terseret ke dalam pusara kasus Irjen Sambo.

Seali mengungkapkan bahwa suaminya, Hendra Kurniawan, betul-betul korban 'prank' atas skenario Irjen Sambo. Akpol '95 itu tidak mengetahui yang sebenarnya terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo.

"Suami saya selama ini kan hanya menangani kode etiknya, tidak ke materi penyelidikan atau penyidikan. Namun karena yang terduga pelaku ini sesama polisi, Bapak itu kan hanya bertugas memeriksa si polisi yang melakukan penembakan ini Bharada E dan itu pun dia baru nerima berkas dari Provos," ujar Seali.

Seali menjelaskan suaminya memang datang ke lokasi kejadian di rumah Irjen Sambo, 2 jam lebih setelah kejadian pada Jumat (8/7). Mantan Karopaminal Propam Polri ini tiba-tiba ditelepon Ferdy Sambo dan diminta datang ke lokasi.

"Iya ditelepon langsung (oleh Ferdy Sambo). Cuma pada saat itu suamiku posisinya ada di daerah Pantai Indah Kapuk. Pokoknya hari Jumat itu sekitar jam 18.00 WIB atau 19.00 WIB aku lupa, suami aku nelpon, dia bilang 'Mah, Ayah balik ke arah selatan', 'lho kenapa?' 'ada tembak-tembakan di rumah Pak Kadiv, ayah ditelpon' gitu aja," jelas Seali.

Setiba di TKP, kata Seali, suaminya itu langsung berbincang dengan Irjen Ferdy Sambo di garasi dan tak langsung masuk ke rumah.

"Masuk ke dalam pun udah kayak posisi mau diberes-beresin semuanya," katanya.

Seali mengatakan dirinya juga sempat menghubungi salah satu penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya.

"Iya sama ceritanya salah satu penyidik 'Izin Mba, saya sampai ke TKP, mereka memperagakan orang-orang di rumah itu kejadiannya seperti apa, terus ya udah 'saya melakukan olah TKP', dinomor-nomorinlah seperti biasa ada Inafis foto dokumen semuanya. Kok nggak ada police line ya Bang? (Seali bertanya ke penyidik), soalnya kasusnya kan penembakan. Terus jawaban dia 'Ya Mba kita kan cuma melati dua kalau diperintah bintang dua untung copot police line-nya kita bisa bikin apa', gitu," beber Seali.

Baca selengkapnya cerita Seali Syah di halaman selanjutnya.

Simak Video: Ferdy Sambo Ngaku Marah Usai Istri Lapor Brigadir J Lukai Martabat

[Gambas:Video 20detik]



Seali Syah Minta Ferdy Sambo Gentle

Seali menuturkan suaminya baru mengetahui bahwa Irjen Ferdy Sambo terlibat dalam skenario itu setelah Bharada E mengubah keterangannya. Apa yang disampaikan Bharada E ternyata berbeda dengan cerita awal yang suaminya terima, yaitu terjadi baku tembak antarajudan.

"Sampailah ndilalah Senin (8/8) pagi itu tiba-tiba dapet berita si Bharada E ngaku ada skenario lain, bukan yang seperti cerita awal mula ini. Yang notabene buat aku pribadi--ini kan waktu 12 Juli Polri aja press rilis kan dan bahasa yang disampaikan 'telah terjadi tembak-menembak di rumah Kadiv Propam Polri' gitu kan beritanya," beber Seali.

Begitu mendengar kabar Hendra Kurniawan dinonaktifkan, Seali masih berpikir positif. Seali pun tidak mempermasalahkan suaminya dinonaktifkan.

"Pas suami dinonaktifkan aku pikir ya masih biasa saja, ya udah nonaktif itu fair, karena jangan sampai (suami) dalam pemeriksaan (kode etik) masih menjabat, nanti dianggap nggak fair. Jadi ya udah karena aku berpikir suami aku itu polisi yang lurus selurusnya," katanya.

Seali Syah menyayangkan karir suaminya yang sudah belasan tahun dibangun di Propam Polri harus hancur karena terseret masalah Irjen Sambo, padahal suaminya tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Menurut Seali, selama di Propam Polri sang suami menjaga betul-betul marwah Propam sebagai 'polisinya polisi'.

"Agak kecewa ya Propam harus rusak. Aku menjamin, kalau dari awal suami aku tahu bahwa narasi awal sebenarnya Sambo adalah pelakunya, dia pasti pasti akan menjadi orang pertama yang memeriksa Sambo," katanya.

Hendra Kurniawan saat ini ditempatkan di tempat khusus di Mako Brimob. Seali berharap Sambo mengakui kesalahannya agar menyelamatkan anggota-anggotanya yang tidak bersalah.

"Dari awal aku sudah minta tolong ke taman aku yang kenal sama Pak Arman Hanis untuk sampaikan ke Pak Sambo 'sudah tulis saja, gentle saja' minimal sekarang sudah jelas Anda aktor intelektual pelaku pembunuhan, sekarang Propam Polri sudah jelek, tetapi minimal Anda keluar sedikit saja, jangan pengecut, Anda selamatkan bawahan Anda dong," tutur Seali.

(mea/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT