ADVERTISEMENT

KPK Kini Punya Rupbasan, Kalau Sita Sapi Lagi Bagaimana?

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 15:00 WIB
Ali Fikri
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

KPK kini memiliki gedung Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) di Cawang, Jakarta Timur. Barang sitaan hasil KPK berupa kendaraan hingga barang mewah nantinya akan disimpan di Rupbasan. Lalu bagaimana kalau barang sitaan itu berupa hewan?

"Tadi juga ada pertanyaan bagaimana benda hidup seperti sapi, binatang lain, saya kira ada teknis bagaimana kemudian barang-barang yang hidup seperti itu yang dibutuhkan perawatan. Memang normatif bisa dilakukan penitipan di tempat KLHK atau tempat lain yang bisa dititipkan. Tapi untuk biayanya dan sebagainya akan jadi tanggung jawab KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (10/8/2022).

Ali menjelaskan bahwa KPK memiliki pengalaman menyita barang bukti hasil korupsi berupa sapi. Saat itu, kata dia, sapi yang disita dititipkan dengan biaya perawatan tanggung jawab KPK.

"Kita kan punya pengalaman ketika melakukan penyitaan sapi, misalnya, kita titipkan dan ada biaya perawatan. Ya sama halnya dengan yang ada di Rupbasan ini," ucapnya.

Dia menyebut bahwa gedung Rupbasan akan menjadi tempat menyimpan barang sitaan atau benda rampasan hasil korupsi. Benda-benda yang di simpan di gedung ini merupakan barang-barang yang bernilai ekonomis, seperti kendaraan, emas, hingga tas-tas mewah.

"Kalau tanah itu kan berbeda kan, tanah itu bisa saja tanpa dirawat pun dia akan naik harganya, tapi untuk kendaraan, untuk barang-barang tas mewah, dan sebagainya relatif bisa penurunan nilai kalau kemudian tidak dijaga," ujarnya.

"Tentu ini dalam rangka optimalisasi asset recovery nantinya ketika kemudian dilakukan pelelangan diharapkan menghasilkan nilai ekonomis yang tetap setidaknya. Dan tentu pada unsurnya kita setorkan pada kas negara sebagai upaya bagaimana kemudian penanganan perkara tipikor ada di samping keadilan kepastian tentu ada pemanfaatan," imbuhnya.

KPK Pernah Sita 30 Ekor Sapi

KPK diketahui pernah menyita 30 ekor sapi. Sapi itu milik Ojang Sohandi saat itu menjabat sebagai Bupati Subang.

Ojang saat itu terlibat tindak pidana pencucian uang. Saat disita, sapi itu berada di peternakan di daerah Subang, Jawa Barat.

"Terkait TPPU OJS, pekan lalu penyidik menyita 30 ekor sapi, tapi sapinya masih di peternakan di Subang," kata Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2016).

Ojang Sohandi terjerat kasus tindak pidana suap, menerima gratifikasi, dan TPPU. Ojang Sohandi menyuap dua jaksa Kejati Jabar Devyanti Rochaeni dan Fahri Nurmallo soal perkara BPJS Kabupaten Subang tahun 2014.

Selain itu, Ojang menerima gratifikasi berupa kendaraan bermotor. Saat itu, KPK juga menyita mobil Jeep Wrangler dan motor trail milik Ojang.

Simak juga Video: Citra KPK Terendah Versi Litbang Kompas, Firli Singgung Waktu Survei

[Gambas:Video 20detik]

(fas/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT