Pengacara Baru Bharada E: Disentil Kabareskrim, Disanjung Mahfud

ADVERTISEMENT

Pengacara Baru Bharada E: Disentil Kabareskrim, Disanjung Mahfud

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 14:51 WIB
Kuasa hukum Bharada E yang baru, Deolipa Yumara.
Kuasa hukum Bharada E yang baru, Deolipa Yumara (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Kemunculan pengacara baru Bharada Richard Eliezer atau Bharada E menarik perhatian publik. Kehadiran dua pengacara Bharada E tersebut juga dianggap cukup signifikan membantu membuat terangnya kasus.

Dua orang pengacara baru Bharada E tersebut ialah M Boerhanuddin dan Deolipa Yumara. Keduanya menjadi pembela Bharada E setelah pengacara sebelumnya mengundurkan diri sejak Sabtu (6/8).

Pada hari yang sama, Boerhanuddin dan Deolipa mendatangi Bareskrim Polri untuk bertemu dengan Bharada E. Keduanya menjadi kuasa hukum Bharada E setelah ditunjuk pihak Bareskrim Polri.

Gebrakan Pengacara Baru Bharada E

Sejumlah pernyataan terbaru Bharada E disampaikan pengacaranya kepada publik. Kepada penyidik, Bharada E juga membuat berita acara pemeriksaan (BAP) baru.

Sejumlah pernyataan terbaru dari Bharada E di antaranya dia mengaku ditekan atasan untuk menembak Brigadir J. Selain itu, dia mengatakan tak ada baku tembak terkait tewasnya Brigadir J.

Pengacara Bharada E datangi LPSK (Dwi-detikcom)Pengacara Bharada E saat mendatangi LPSK (Dwi/detikcom)

Dia juga mengatakan Irjen Ferdy Sambo ada di lokasi saat terjadi penembakan terhadap Bharada E, dan soal tembakan rekayasa di dinding rumah Irjen Ferdy Sambo.

Disentil Kabareskrim, Disanjung Mahfud

Pernyataan-pernyataan baru Bharada E melalui pengacara barunya membalikkan kronologi awal yang disampaikan terkait kasus tewasnya Brigadir J.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto mengatakan Tim Khusus tidak diam dalam membuat terangnya kasus tewasnya Brigadir J. Dia mengkritik soal sorotan seolah Bharada E mengungkap kasus setelah punya pengacara baru.

"Nah, pengacara yang baru datang ini tiba-tiba seolah-olah dia yang bekerja sampaikan informasi kepada publik, kan nggak fair itu ya," ujar Agus kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

Dia mengatakan penyidik Tim Khusus juga mengupayakan agar Bharada E mau memberi pengakuan terkait kasus tersebut. Agus mengatakan bahkan Tim Khusus mendatangkan orang tua dalam proses pemeriksaan Bharada E.

Kabareskrim Polri Komjen Agus AndriantoKabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto (Farih Maulana Sidik/detikcom)

"Bukan karena pengacara itu dia mengaku, karena apa yang dilakukan oleh penyidik, apa yang dilakukan oleh Timsus, menyampaikan kepada dia, kasih orang tuanya didatangkan, adalah upaya membuat dia untuk tergugah bahwa ancamannya cukup berat, jadi jangan tanggung sendiri," ucap dia.

"Sehingga dia secara sadar membuat pengakuan. Jadi jangan tiba-tiba orang ditunjuk sebagai pengacara untuk mendampingi pemeriksaan terus dia ngoceh di luar, seolah-olah pekerjaan dia, itu kan nggak fair," tambahnya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Klarifikasi Benny Mamoto Soal Tak Ada Kejanggalan di Kasus Brigadir J

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT