ADVERTISEMENT

detik's Advocate

PT Banten Bangga Ambil Sumpah Advokat Tokoh Antikorupsi Boyamin Saiman

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Agu 2022 09:26 WIB
Boyamin Saiman
Boyamin Saiman (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Banten merasa bangga bisa mengambil sumpah advokat tokoh antikorupsi, Boyamin Saiman dari Persatuan Advokat Indonesia (Peradin). Di mana Boyamin Saiman kerap menyuarakan pemberantasan korupsi hingga mengkrisitisi kebijakan pemerintah, termasuk pengadilan.

"Perlu kami sampaikan bahwa merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi Pengadilan Tinggi Banten, ini sosok yang sudah dikenal di kancah nasional dan internasional. Yaitu bapak Boyamin Saiman. Silakan berdiri," kata Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Banten, Charis Mardiyanto dalam acara pengambilan sumpah advokat di kantornya, Selasa (9/9/2022) kemarin.

Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan undangan dan para peserta sumpah.

Peradin

"Bapak Boyamin ini sering mengkritisi kebijakan kebijakan pemerintah yang mungkin tidak sesuai dengan hati nurani beliau juga sering menjadi pemerhati kasus kasus korupsi. Bukan begitu Pak Boyamin?" ujar Charis yang dijawab 'siap' oleh Boyamin.

Boyamin diambil sumpah setelah bergabung dengan Peradin dan mengikuti Pendidikan Profesi Advokat (PPA) Advokat. Untuk dicatat, Boyamin Saiman menyelesaikan pendidikan SH setelah 30 tahun kuliah. Di mana kuliahnya tercecer karena kesibukannya dalam praktik di dunia hukum.

"Kami dan saya merasa bangga dan kami merasa ada kehormatan bapak bersedia dan mau disumpah di Pengadilan Tinggi Banten ini," tutur Charis.

Salah satu lafal sumpah yang dibacakan calon advokat tersebut adalah:

Bahwa saya dalam melaksanakan tugas dan profesi di dalam atau di luar pengadilan, tidak akan memberikan atau menjanjikan sesuatu kepada hakim, pejabat pengadilan atau pejabat lainnya, agar memenangkan perkara atau menguntungkan bagi perkara klien yang sedang atau akan saya tangani.

Untuk diketahui, Boyamin merupakan pegiat antikorupsi yang membongkar perkara-perkara besar. Salah satu kasus yang jadi atensi publik yakni kasus terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra.

Sebelum kasus itu, MAKI juga sempat menginformasikan pergerakan buronan kelas kakap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Kasus lain yang diungkap MAKI adalah pelanggaran etik berupa gaya hidup mewah penggunaan helikopter oleh Ketua KPK Firli Bahuri untuk kepentingan pribadi.

Sebelum penyumpahan, anggota Peradin yang disumpah dilantik terlebih dahulu pada Senin (8/9/2022). Pelantikan anggota tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Peradin (BPP Peradin Banten) Firman Wijaya yang diwakili oleh Sekertaris Jendral BPP Peradin, Hendrik, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten yang diwakili Asisten Intel, Mutaqin Harahap, beserta para pengurus BPW PERADIN Provinsi Banten, BPC Kabupaten Tangerang, BPC Kota Tangerang dan tamu undangan lainnya.

Sumpah Advokat Peradin

"Berdirinya Peradin sendiri didasari oleh para tokoh ahli hukum yang melihat banyak kejanggalan persoalan hukum di pengadilan, sehingga para ahli hukum sepakat akan membela yang tertindas dalam kasus hukum di negara Republik Indonesia sebagai negara atas hukum. Prinsip seorang advokat adalah memperjuangkan demi tegaknya keadilan. Kepada para advokat, harus terus berjuang semaksimal mungkin dalam menegakkan keadilan hukum, hingga menjadi advokat yang handal dan dipercaya oleh masyarakat," kata Hendrik.

(asp/asp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT