ADVERTISEMENT

Bharada E Tulis Surat Berduka Kematian Brigadir J, Ini Penampakannya

May Rahmadi - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 17:55 WIB
Bharada Richard Eliezer, Bharada Eliezer, Bharada E
Bharada E (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E mengungkapkan segala kegelisahannya terkait kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J lewat surat tulisan tangan. Salah satu surat itu berisi ucapan dukacita untuk keluarga Brigadir J.

Dilansir detikX, Selasa (9/8/2022), kegelisahan Bharada E memuncak pada Sabtu, 6 Agustus 2022, sekitar pukul 10 malam di Rumah Tahanan Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kala itu, rentetan pemeriksaan dijalaninya dengan status tersangka atas kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir Yoshua. Dua kuasa hukumnya, Deolipa Yumara dan Muhammad Boerhanuddin, hanya bisa mengajaknya berdoa dan memasrahkan diri kepada Tuhan.

Salah satu surat yang ditulis Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu ketika mendekam di ruang tahanan Bareskrim Mabes Polri, Minggu (7/8/2022). (Foto : Deolipa Yumara/Pengacara Bharada E)Salah satu surat yang ditulis Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu ketika mendekam di ruang tahanan Bareskrim Mabes Polri, Minggu (7/8/2022). (Foto: Deolipa Yumara/Pengacara Bharada E)

Menurut Deolipa, kondisi Eliezer saat itu membuatnya tak bisa lagi memendam informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022, ketika rekannya, Yoshua, meninggal dunia di rumah dinas bosnya, Inspektur Jenderal Ferdy Sambo. Eliezer lantas menuliskan segala kegelisahannya di dalam surat tertulis setelah berdoa bersama.

"Dia berada di bawah tekanan, kemudian dia membuat surat itu," kata Deolipa kepada reporter detikX, Minggu, 7 Agustus 2022.

Beredar kabar, dalam surat itu, Eliezer menulis bahwa dirinya sedang berada di lantai dua ketika peristiwa pembunuhan Yoshua. Awalnya, dia mengetahui ada yang tidak biasa di lantai satu. Eliezer kemudian menuju tangga dan, dari tangga, dia melihat Yoshua sudah terkapar bersimbah darah. Dia juga melihat bosnya, Ferdy Sambo, sedang berdiri sambil memegang pistol di dekat Yoshua.

Deolipa tidak membantah kabar itu. Namun ia enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai isi surat kliennya. "Ya, begitu," katanya. "Itu wilayah penyidikan. Sudah menjadi alat bukti."

Yang jelas, menjelang tengah malam setelah menulis surat tersebut, Eliezer kembali menjalani pemeriksaan. Kepada penyidik, ia memberikan surat tersebut sekaligus mengganti seluruh kesaksian sebelumnya yang tertulis dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Penyidik memberikan sekitar 60 pertanyaan kepada Eliezer pada pemeriksaan itu. Kepada penyidik, Eliezer memang tetap mengaku dirinya menembak Yoshua, tetapi ia bukan pelaku tunggal.

Selain surat pengakuan itu, Bharada E menulis surat untuk keluarga Brigadir J. Dia mengucapkan dukacita di surat itu.

"Saya Bharada E mengucapkan turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Buat Bapak, Ibu, dan Reza (keluarga Brigadir J), sekali lagi saya mengucapkan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Tuhan Yesus selalu menguatkan Bapak, Ibu, Reza serta keluarga Bang Yos," tulis Bharada E. Surat itu diberi tanda tangan.

Baca berita selengkapnya di sini.

Simak Video: Ada Oknum yang Tak Suka, Pengacara Bharada E Minta Perlindungan Jokowi

[Gambas:Video 20detik]



(rdp/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT