ADVERTISEMENT

Santri di Tangerang Tewas Usai Berkelahi, 1 Rekan Korban Diamankan

Khairul Maarif - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 14:50 WIB
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini (dok Istimewa)
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini (dok Istimewa)
Tangerang -

Seorang santri pondok pesantren (ponpes) di Tangerang, Banten, berinisial BD (15) tewas usai berkelahi dengan teman. Polisi mengamankan rekan korban yang terlibat perkelahian.

"Setelah dilakukan cek TKP, autopsi dan pemeriksaan 6 orang saksi, kami menetapkan Anak Pelaku. Di mana sempat berkelahi dengan korban pada Minggu (7/8) hingga menyebabkan korban meninggal dunia," ujar Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini dalam keterangannya, Selasa (9/8/2022).

"Ditahan. Iya kita tahan di sel khusus anak," tambahnya

Dia menyebut pelaku dikenai Pasal 80 ayat (3) yang menyebabkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Dia dijerat pasal tersebut karena diduga melakukan kekerasan terhadap korban hingga tewas.

Alasan Pelaku Ditahan

Berdasarkan Pasal 32 ayat (1) UU RI No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Anak, penahanan anak tidak boleh dilakukan selama memperoleh jaminan dari orang tua, wali, lembaga anak, selama tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi tindak pidana.

Polisi mengungkapkan pertimbangan dan kewenangan penyidik untuk menahan pelaku.

"Pertama, kalau dari segi hukum ancaman hukumannya kan 15 tahun ya. Kedua, biar prosesnya cepat karena kan anak ini beda dengan orang dewasa jalannya harus cepat dalam waktu maksimal dua minggu harus limpahkan ke kejaksaan," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT