ADVERTISEMENT

Viral Serda Ucok Ingin Tangkap Pembunuh Brigadir J, Dipastikan Hoax

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 09 Agu 2022 12:16 WIB
Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat semasa hidup (foto: istimewa)
Foto Brigadir Yoshua Hutabarat (Dok Istimewa)
Jakarta -

Sebuah potongan video berisikan suara orang yang mengaku sebagai anggota Kopassus bernama Serda Ucok Tigor Simbolon viral di media sosial. Dalam video itu, suara tersebut menyatakan dirinya siap menangkap pembunuh Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Benarkah itu Serda Ucok?

"Komando! Kami alumni pasukan cebongan 2013, Serda Ucok Tigor Simbolon dan kawan-kawan, merasa terpanggil melihat ketidakadilan atas kematian Brigadir Yoshua secara mengenaskan di rumah bosnya," demikian suara pria dalam video yang dilihat, Selasa (8/8/2022).

Pria dalam video itu mengatakan ingin mengungkap pembunuh Brigadir Yoshua. Dia juga meminta agar dia dan teman-temannya diberi ruang untuk membantu menangkap pembunuh Brigadir J hidup atau mati.

"Sebagai putra Batak dan prajurit Kopassus kami merasa terpanggil untuk membantu ibu pertiwi demi membela keadilan dengan menangkap dan mengungkap pembunuh Yoshua secara terang benderang," kata pria dalam video itu dengan logat Jawa medok.

"Sungguh, kami tidak tega melihat negara sepertinya kesulitan dan kehabisan energi untuk menangkap pembunuh Yoshua. Kami merasa terpanggil demi keadilan mewakili keluarga besar Batak, dan masyarakat Indonesia, dan kewibawaan negara serta Pancasila dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Mohon beri kami ruang untuk menangkap pembunuh Yoshua hidup atau mati, secepat-cepatnya, kami pasti bisa, berani benar berhasil komando," lanjutnya.

Respons TNI AD

Terkait video Serda Ucok itu, TNI AD pun memberi penjelasan. TNI AD menegaskan video Serda Ucok itu adalah upaya mengadu domba antara TNI dan Polri.

"Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna menegaskan bahwa video pernyataan Serda Ucok yang mengaku siap membantu negara untuk mencari pembunuh Brigadir J di akun tiktok @mursyid.adam adalah video berisi kebohongan serta upaya adu domba antara TNI dan Polri," bunyi keterangan tertulis Dispenad yang diterima, Senin (8/8/2022).

Brigjen Tatang mengatakan saat ini TNI AD telah bekerjasama dengan pihak Polri dan lembaga terkait lainnya untuk menelusuri video itu. Pihaknya juga akan meminta pertanggungjawaban atas video viral itu.

"Dengan penegasan ini, Kadispenad berharap masyarakat tidak terprovokasi atas video bohong yang banyak beredar di medsos tentang pernyataan Serda Ucok itu," kata Dispenad.

Simak video 'Perkembangan Kasus Brigadir J dan Pengakuan Mengejutkan Bharada E':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT