ADVERTISEMENT

Komnas HAM Sambangi RS Polri Dalami Informasi soal Luka Brigadir J

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 18:39 WIB
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam (YouTube Komnas HAM)
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam (YouTube Komnas HAM)
Jakarta -

Komnas HAM melakukan pemeriksaan di RS Polri Kramat Jati hari ini. Pemeriksaan itu untuk melengkapi informasi terkait luka di jenazah Brigadir J.

"Karena memang beberapa waktu yang lalu kita juga mendalami soal Dokkes, terus kita sandingkan dengan beberapa keterangan, tentu hari ini tim sedang berproses di RS Kramat Jati untuk melengkapi beberapa informasi khususnya terkait administrasinya," kata komisioner Komnas HAM Choirul Anam, Senin (8/8/2022).

Anam mengatakan keberangkatan timnya ke RS Polri untuk melengkapi pendalaman administrasi di Dokkes. Dia menyebut saat ini pemeriksaan masih berlangsung.

"Jadi administrasi, luka, dan lain sebagainya saat ini sedang berlangsung di RS Kramat Jati," sambungnya.

Sebelumnya, baku tembak antara Brigadir J atau Brigadir Yoshua dan Bharada E terjadi di rumah singgah Irjen Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) sore. Baku tembak itu menewaskan Brigadir J.

Polisi menyebut baku tembak diawali dugaan pelecehan oleh Brigadir J terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. Brigadir J merupakan personel kepolisian yang ditugaskan sebagai sopir istri Ferdy Sambo.

Dugaan pelecehan itu disebut membuat istri Ferdy Sambo berteriak. Teriakan itu kemudian didengar Bharada E yang bertugas sebagai pengawal Irjen Ferdy Sambo. Bharada E pun bertanya tentang apa yang terjadi tapi direspons dengan tembakan oleh Brigadir Yoshua.

Brigadir Yoshua dan Bharada E kemudian disebut terlibat baku tembak. Brigadir Yoshua tewas dalam baku tembak.

Kasus ini baru diungkap ke publik tiga hari kemudian atau Senin (11/7). Sejumlah pihak, mulai Menko Polhukam Mahfud Md hingga Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto, menilai ada kejanggalan dalam kasus ini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit pun membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Selain itu, Komnas HAM dan Kompolnas ikut mengusut sebagai tim eksternal.

3 Tersangka

Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan ada tersangka baru dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Dia mengatakan ada tiga orang yang telah menjadi tersangka.

"Tiga (tersangka)," kata Mahfud saat dihubungi detikcom.

Mahfud mengatakan tersangka itu ialah Bharada E, Brigadir R, dan sopir istri Irjen Ferdy Sambo berinisial K.

"Bharada E, ajudan Bu Putri, dan sopir Bu Putri (R dan K)," ujarnya.

Bharada E disangkakan Pasal 380 KUHP juncto Pasal 55 dan 56. Sementara itu, Brigadir Ricky disangkakan Pasal 340 KUHP, yakni pembunuhan berencana.

Selain itu, Irjen Ferdy Sambo telah ditahan di Mako Brimob Polri. Sambo ditahan karena diduga melanggar kode etik terkait kasus ini.

Simak video '5 Progres Signifikan Kasus Pembunuhan Brigadir J':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT