Komnas HAM Bakal Telusuri Percakapan Grup WhatsApp Ajudan Ferdy Sambo

ADVERTISEMENT

Komnas HAM Bakal Telusuri Percakapan Grup WhatsApp Ajudan Ferdy Sambo

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 15:17 WIB
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam memberikan keterangan pers usai menerima keterangan dari tim Dokkes Polri terkait kasus baku tembak menewaskan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Jumpa pers berlangsung di kantor Komnas HAM, Senin (25/7/2022).
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM masih menyelidiki kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Selain fokus memeriksa CCTV, saat ini Komnas HAM juga tengah menelusuri percakapan grup WhatsApp (WA) yang berisikan ajudan Irjen Ferdy Sambo.

"Mereka bilang ada WA group," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2022).

"Kami ingin tahu di WA group ini kalian ngomong apa, kan begitu," sambungnya.

Taufan mengatakan isi grup WA tersebutlah yang saat ini tengah diselidiki. Oleh sebab itu, dia mendesak Polri agar semua barang bukti segera dikumpulkan.

"Belum dapat (temuan isi grup), makanya saya ngotot sekarang barang bukti harus dikumpulkan semua, itu sedang dikerjakan Pak Kapolri," katanya.

Taufan mengatakan grup WA tersebut merupakan grup sehari-hari mereka. Dia menyebut di dalam grup itu juga terdapat Brigadir J.

"Bukan, mereka punya WA group dan kami ingin tahu apa saja yang dibicarakan selama ini, terutama hari-hari menjelang kejadian," katanya.

"Poin pokoknya adalah jejak komunikasi mereka dan CCTV di TKP. Kami harap bisa membantu mengungkap masalah ini lebih dari hanya kalau bergantung pada keterangan orang per orang," sambungnya.

Sebelumnya, komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengungkap pihaknya mendapatkan sejumlah dokumen digital yang disebut 'raw material'.

"Apa saja kira-kira yang tadi kami mintakan keterangan atau yang kami dapatkan? Foto, kemudian dokumen, kontak, akun, percakapan chat dan temuan digital lainnya," kata Beka dalam konferensi pers di Komnas HAM, Jakarta Pusat (Jakpus), Jumat (5/8).

Beka menuturkan tim dari Polri menunjukkan sejumlah dokumen terkait investigasi kasus Brigadir J. Beka mengatakan akan menganalisis sejumlah raw material yang didapat dari Polri.

"Kami juga ditunjukkan sejumlah dokumen administrasi penyidikan," ucap Beka.

"Komnas HAM mendapatkan sejumlah raw material, jadi bahan-bahan dasar soal percakapan dan sebagainya, yang itu akan kami analisis lebih lanjut," imbuh Beka.

Simak video '5 Progres Signifikan Kasus Pembunuhan Brigadir J':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT