ADVERTISEMENT

Komnas HAM Periksa 5 HP Tersisa di Kasus Brigadir Yoshua Besok

Anggi Muliawati - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 15:36 WIB
Choirul Anam
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam (Herianto Batubara/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM hingga saat ini terus berupaya mencari tahu fakta di balik tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Komnas HAM besok akan melanjutkan pemeriksaan siber terhadap lima dari 10 handphone (HP) yang disita terkait kasus Brigadir J.

"Besok juga masih ada pemeriksaan untuk siber, kan kemarin diumumkan dari 15 HP, masih ada 5 HP yang belum diberikan keterangan karena masih proses, dan itu akan diselenggarakan besok," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam saat konpers di kantornya, Senin (8/8/2022).

Setelah memeriksa lima handphone itu, Komnas HAM akan melanjutkan pemeriksaan dengan memeriksa balistik pada Rabu (10/8). Komnas HAM akan membandingkan data yang sudah ada dari polisi dengan data yang dia peroleh.

"Pertama adalah agenda tim, kami sedang menyandingkan semua yang sedang kami peroleh baik dari Jambi, baik dari pendalaman dokkes, siber, dan berbagai keterangan yang lain untuk persiapan kami hari Rabu untuk melaksanakan balistik," ucapnya.

Setelah mendapat data, Anam mengatakan pihaknya akan menyandingkan keterangan satu dengan yang lain. Salah satu keterangan yang akan didalami itu adalah terkait luka-luka di tubuh Brigadir J.

"Oleh karenanya tim hari ini memang meletakkan semua bahannya biar agak lebih tajam itu persandingan dari keterangan satu ke keterangan lain dan sebagainya, jadi melihat apakah ada berkesesuaian atau ketidaksesuaian seperti di kalau di hukum pembuktian ada di model pembuktian," katanya.

"Kedua, karena memang beberapa waktu lalu kami juga mendalami soal dokkes terus kita sandingkan beberapa keterangan itu, hari ini tim sedang berproses di RS Kramat Jati untuk melengkapi beberapa informasi, khsususnya terkait administrasinya, jadi administrasi luka dan sebagainya itu saat ini sedang berlangsung di RS Kramat Jati," pungkasnya.

Simak video 'Pengakuan Baru Pengacara Bharada E: Tak Ada Baku tembak!':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT