ADVERTISEMENT

Megawati Soroti Kasus Kopda Muslimin Tembak Istri demi Pacar: Ironis!

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 15:07 WIB
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri ikut menyoroti kasus Kopda Muslimin yang mendalangi percobaan pembunuhan terhadap istrinya. Megawati miris dengan kasus tersebut.

Megawati mulanya bicara mengenai maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Dia kemudian menyebut sejumlah kasus yang diketahuinya, salah satunya kasus Kopda Muslimin.

"Kekerasan seksual, anak dimatiin sendiri, perselingkuhan, kemarin itu ada peristiwa apa ya, saya suka nonton TV ya. Suami nembak istrinya. Karena mau lari sama pacarnya," kata Megawati di acara Kick Off Kolaborasi Penurunan Stunting, Jakarta, Senin (8/8/2022).

Megawati pun heran terhadap kasus tersebut. Dia mengaku tidak habis pikir dengan kasus tersebut.

"Saya jadi ironis buanget. Lha ngopo dicerai saja lak istrine wes ngono, haih. Kadang saya tuh mikir, yang salah tuh bapak-bapak apa ibu-ibu, ya," tuturnya.

Sebagai informasi, Kopda Muslimin kemudian ditemukan meninggal setelah diketahui mendalangi penembakan istrinya sendiri. Kopda Muslimin diduga meninggal karena keracunan.

Dalam kesempatan itu, Megawati pun meminta kaum perempuan untuk tidak lemah. Kaum perempuan di Indonesia, lanjut dia, harus berani dan punya harga diri.

"Lha kalau kena KDRT, ya laporlah. Ibu-ibunya punya dong harga diri," kata Megawati.

Megawati kemudian mengatakan perempuan masa kini tidak lebih hebat dari perempuan di masa perjuangan. Menurut dia, perempuan masa kini tidak memiliki sikap perjuangan.

"Kaum perempuan kita ini kalau dibandingkan di masa kita berjuang, itu menurut saya hebat ibu-ibu kita. Apa yang mengakibatkan mereka tidak punya sikap perjuangan kembali," ujarnya.

Di-bully gegara Minyak Goreng

Megawati juga curhat mengenai perundungan yang dialaminya. Megawati mengatakan perundungan itu terjadi gara-gara berkomentar mengenai ibu-ibu yang antre minyak goreng.

"Karena saya kan orang bagian di-bully kan. La orang waktu itu saya bilang ditanya wartawan, 'Kalau menurut Ibu, gimana waktu harga minyak mahal?' Kan ibu-ibu antre to, terus ada yang diwawancara, 'Saya setelah salat Subuh sudah mulai antre sampai sekarang saya belum mendapatkan minyak'. Jadi ditanya wartawan, saya kan ya bilang, la cara masak itu apa ya pakai minyak terus to ya? Bisa dipepes, bisa direbus, bisa dipanggang. Lha kok terus saya yang di-bully tidak empati terhadap rakyat," tutur Megawati.

Megawati menyadari posisinya sebagai Ketua Umum PDIP memang rawan perundungan. Namun dia kembali menekankan bahwa pernyataannya waktu itu tidak bermaksud bersikap tidak empati.

"Ya itu politiklah. Ya saya tahu bagiannya. Karena saya ketua umum partai, kan ini kan mau pemilu," ungkapnya.

Simak video 'Sederet Pengakuan Bharada E yang Kini Sudah Plong':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT