ADVERTISEMENT

Megawati Motivasi Perempuan Memasak: Saya Waktu Itu Presiden Tetap Masak

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 14:41 WIB
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mendorong perempuan masa kini memberi yang terbaik untuk keluarga, termasuk pemenuhan gizi untuk penurunan angka stunting. Megawati membeberkan cara masak untuk menurunkan angka stunting.

Megawati mengatakan hal itu saat Kick Off Kolaborasi Penurunan Stunting dan menerapkan apa yang tertuang dalam buku yang diluncurkan 'Resep Makanan Baduta dan Ibu Hamil untuk Generasi Emas Indonesia' di Jakarta, Senin (8/8/2022). Acara yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini turut dihadiri Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Mensos Tri Rismaharini, dan Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Hadir juga Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko, Kepala Pusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana mewakili Kapolri dan perwakilan Dharma Wanita dan Bhayangkari. Di bagian paparannya, Megawati mengatakan perempuan zaman perjuangan cukup gigi, namun saat ini ada kesan perempuan melempem, kurang memperjuangkan bagaimana posisi perempuan di Indonesia.

Megawati menceritakan kisah ibunya yang merupakan seorang first lady tetap membuka dapur umum meski negara sudah merdeka demi para pejuang. Megawati menceritakan seorang Ibu Negara pun tetap mau turun ke pasar dan memasak.

"Ibu saya itu pergi ke pasar sendiri membeli bahan-bahan karena ternyata menurut saya, pengalaman saya, tentu di sini ada ibu-ibu yang datang dari Sumatera, Ibu saya itu mungkin, saya putri juga pertama, mengajarkan pada saya untuk harus bisa memasak. Makanya ini saya ini disuruh nanti katanya masak-masak begini yang padahal maunya saya adalah mensosialisasikan buku ini yang karena menurut saya, mengapa sih orang ngomong saja ya, pada kenyataannya Pak Jokowi bilang, 'Stunting itu bagaimana ya Bu untuk bisa mengembalikan pada status'. Saya bilang nol persen, Pak. Seharusnya bisa. Tapi bagaimana, kan begitu," kata Megawati dalam acara yang disiarkan di YouTube BKKBN Official itu.

Megawati menyebut acara ini adalah gerakan ibu-ibu. Megawati kemudian berbicara soal perempuan dan memasak.

"Ini kan gerakan ibu ibu bukannya gerakan laki-laki. Karena tadi kalau saya lihat MC mengatakan saya ndak bisa masak, saya ketawa. Hanya dengan alasannya bekerja. Saya pekerja, saya bekerja, tapi kenapa, dengan segala hormat, anak-anak saya sehat walafiat lahir dan batin sampai tingkat cucu-cucu saya. Apakah kita tidak bisa melakukan hal itu para ibu-ibu? Menurut saya sangat bisa karena saya buat contoh adalah first lady pertama sampai turun ke bawah sendiri, ke pasar, untuk memberikan makanan yang sehat pada waktu itu bagi para pejuang kita. Itu ibu saya yang cerita," ujar Megawati.

Megawati menyebut dia tetap memasak meski saat itu menjabat wakil presiden ataupun presiden. Megawati menyebut tidak wajar jika ada alasan perempuan tidak bisa memasak.

"Presiden saya waktu itu, wapres, presiden, saya tetap, lo, memasakkan bagi keluarga saya. Jadi adalah sebuah alasan yang tidak wajar menurut saya kalau yang namanya perempuan tidak bisa memasak. Satu," katanya.

Megawati kemudian mengungkit pesan ibunya soal pria dari sumatera yang memilih istri tidak hanya melihat sisi cantik ataupun pintar. Megawati menyebut dia diberi tahu bahwa laki-laki Sumatera harus dibuat jatuh hati karena makanan.

"Itu ibu saya sangat lugas sebagai seorang Sumatera ya. Jadi ketika saya makin dewasa mulai mau masuk universitas itu masih terus, 'Kamu mesti bisa mengulek sambel yang baik', 'Kamu mesti tahu untuk bikin resep yang enak supaya yang namanya Bapakmu itu bisa ikut merasakan makanan yang enak, lodehnya bagaimana yang enak'. Ini kalau ibu-ibu, tolong dengarkan, jadi suatu saat saya lalu bilang, ketika saya mulai ada teman, tentu laki-laki, saya bilang pada ibu saya, 'Ibu pikir saya bakal ngambil suami saya orang Sumatera ya? Ndak'. Dan beruntung saya tidak bersuami orang Sumatera, maaf ya, karena akibat doktrin yang begitu dibuat oleh seorang first lady," kata Megawati.

Maksud dari semua hal ini, kata Megawati, yakni dirinya ingin ibu-ibu pejabat tidak malu turun ke bawah membeli bahan dan memasak. Megawati mengungkit lagi soal dirinya yang tetap memasak meski saat itu menjabat pemimpin bangsa.

Lihat juga video 'Puan Dorong Cuti Melahirkan Ditambah Jadi 6 Bulan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT