ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Cegah Banjir di Kembangan Utara, 198 Meter Kali Angke Selesai Dikeruk

Mulia Budi - detikNews
Senin, 08 Agu 2022 14:37 WIB
Satgas Pengerukan Kali Angke dari Sudin SDA Jakarta Barat, Mamit Galang
Satgas Pengerukan Kali Angke dari Sudin SDA Jakarta Barat, Mamit Galang (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Sembari menunggu pembangunan turap (sheet pile), pihak Dinas Sumber Daya Air (SDA) melakukan pengerukan Kali Angke dan memasang tanggul sederhana dari kayu dolken di tepian sungai kawasan Kembangan Utara. Langkah ini dilakukan supaya kali tidak membanjiri permukiman.

Penanganan ini dilakukan di kawasan yang pada bulan lalu dilanda banjir, yakni di Kelurahan Kembangan Utara, RT 7 RW 1, Jakarta Barat.

Di pinggir Kali Angke, Senin (8/8/2022), detikcom menjumpai Satgas Pengerukan Kali Angke dari Sudin SDA Jakarta Barat, Mamit Galang. Dia menjelaskan soal pengerukan, kali lama yang dikeruk kembali itu sepanjang 198 meter dengan lebar kurang lebih 4 meter.

"Terkait alat berat yang ada di lokasi Kali Angke Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, ini tetap berjalan aktivitasnya, melanjuti normalisasi kali, kali lama yang sudah tidak ada bentuknya dibentuk kali lagi sepanjang 198 meter yang berbentuk letter U. Pekerjaan itu kurang lebih dari penyetopan di pertengahan Juni sampai Juli akhir," kata Galang.

Kondisi Kali Angke yang menanti turap antibanjir di kawasan Kembangan Utara, RT7/RW1, Jakarta Barat, 8 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)Kondisi Kali Angke yang menanti turap antibanjir di kawasan Kembangan Utara, RT 7 RW 1, Jakarta Barat, 8 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Pengerukan itu dilakukan pada pertengahan Juni hingga akhir Juli. Hal itu dilakukan agar daya tampung air di Kali Angke makin besar.

"Karena memang biar supaya daya tampung air dari selatan kali itu tidak langsung pecah di permukiman warga yang turapnya belum terpasang," ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan dua alat berat yang berada di Kali Angke itu sempat difungsikan untuk pemasangan kayu dolken penahan air kali. Kayu dolken itu dipasang karena penurapan belum dilakukan, agar air tidak memasuki permukiman warga.

"Alat berat ini dua unit diturunkan ke lokasi untuk membantu pembuatan turap kronjong menggunakan dolken itu untuk menekan pemasangan dolken, karena kalau tidak dibantu dengan alat, dengan manual tidak bisa, karena arus air kalinya pun juga deras," kata Galang.

Turap kayu dolken terlihat sederhana, namun pemasangannya ternyata butuh alat berat. Satu alat mengerjakan pemasangan dolken, satu alat lainnya untuk menahan keseimbangan.

Kondisi Kali Angke yang menanti turap antibanjir di kawasan Kembangan Utara, RT7/RW1, Jakarta Barat, 8 Agustus 2022. (Mulia Budi/detikcom)Kondisi Kali Angke yang menanti turap antibanjir di kawasan Kembangan Utara, RT 7 RW 1, Jakarta Barat, 8 Agustus 2022. Bagian yang kini dipasangi tanggul kayu dolken akan dijadikan turap permanen, seperti sebelahnya. (Mulia Budi/detikcom)

Sebelumnya, rencana pembangunan turap atau sheet pile di pinggir Kali Angke, RT 7 RW 1, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat (Jakbar) masih berproses. Pengerjaan pembangunan turap antibanjir itu membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

"Perkiraan waktu pelaksanaan 154 hari," kata Camat Kembangan, Joko Sukarno, kepada detikcom, Senin (8/8).

Turap itu perlu dibangun untuk menanggulangi luapan Kali Angke ke kawasan permukiman. Pada pertengahan Juli kemarin, permukiman di sekitar kali ini terendam banjir, warga ingin agar turap segera dibangun.

Simak juga video 'Angke Hulu Siaga 1, 8 Wilayah Ini Potensi Banjir':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT