Pengambilan CCTV di Balik Dugaan Pelanggaran Etik Ferdy Sambo

ADVERTISEMENT

Pengambilan CCTV di Balik Dugaan Pelanggaran Etik Ferdy Sambo

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 07 Agu 2022 08:15 WIB

Polri juga meluruskan kabar penangkapan Irjen Ferdy Sambo terkait kasus tewasnya alias Brigadir J. Polri membantah jika Irjen Sambo ditangkap.

"Iya betul, jadi tidak ada itu (penangkapan)," kata Irjen Dedi Prasetyo.

Seperti sudah diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mengantongi siapa yang mengambil CCTV rusak di kompleks rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Kamaruddin Simanjuntak selaku pengacara Brigadir J meminta orang yang mengambil CCTV tersebut dikenakan pidana.

"Kalau benar yang dikatakan Kapolri itu, maka seharusnya dia diberhentikan menjadi Polri dijadikan tersangka pasal 221 KUHP kemudian juga tersangka pasal 55 dan 56 tentang laporan kami. Dan harus diumumkan amanat presiden kan harus dibuka, kenapa masih disembunyikan kalau memang serius," kata Kamaruddin saat dihubungi, Jumat (5/8).

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan pihaknya saat ini berfokus mengusut CCTV yang rusak dalam kasus yang menewaskan Brigadir J. Taufan menduga ada indikasi kesengajaan terkait rusaknya CCTV.

"Fokus dulu di CCTV yang sejak awal kami persoalkan itu, kok bisa dikatakan rusak dengan keterangan yang berbeda satu dengan lainnya. Yang satu bilang disambar petir, ADC bilang sudah rusak sejak lama. Nah sekarang sudah ada indikasi kuat unsur kesengajaan. Bisa disebut sebagai dugaan obstruction of justice, upaya melawan hukum yang mengganggu proses penegakan hukum," kata Taufan saat dihubungi, Kamis (4/8).

Melalui CCTV tersebut, Taufan mengatakan pihaknya ingin memastikan ada-tidaknya insiden tembak-menembak tersebut. Selain itu, ingin mengetahui isi dari pembicaraan antara Bharada E dan Brigadir J.

"Lebih lanjut, kami tentu ingin tahu isi CCTV tersebut untuk memastikan apakah benar ada tembak-menembak antara Bharada E dengan Joshua, apakah hanya mereka berdua saja atau bagaimana sesungguhnya peristiwa itu terjadi. Juga isi pembicaraan melalui alat komunikasi yang juga belum diberikan ke kami," katanya.


(rfs/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT