ADVERTISEMENT

Lemkapi Apresiasi Ketegasan Kapolri Tindak 25 Polisi di Kasus Brigadir J

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 06 Agu 2022 07:58 WIB
Ilustrasi kasus penembakan Brigadir J
Foto: Ilustrasi kasus penembakan Brigadir J (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mendorong Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap dan menindak tegas oknum-oknum yang terbukti melakukan tindak pidana menghalang-halangi proses hukum, atau menyembunyikan kejahatan terkait kasus polisi tembak polisi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo. Lemkapi berharap Sigit tak ragu, sebab publik mendukung langkah tegas Sigit.

"Ketegasan Kapolri, ini tidak main-main Pak Kapolri. Saat ini ada sampai 25 (anggota yang diperiksa Inspektorat Khusus Itwasum Polri). Kami apresiasi apa yang menjadi ketegasan Pak Kapolri, dan kalau memang salah, tindak tegas sampai ke aktor intelektualnya," ujar Direktur Eksekutif Lemkapi, Edi Hasibuan, kepada wartawan pada Jumat (5/8/2022).

"Jangan ragu-ragu, rakyat pasti mendukung. Ini menunjukkan kepada kita siapa saja yang membantu atau semacam menghalang-halangi proses hukum, menyembunyikan barang bukti," imbuh Edi.

Edi menuturkan menghalangi proses hukum, menyembunyikan dan merusak barang bukti dari tindak kejahatan dapat dipidana. "itu kan bisa masuk ranah pidana, Nanti akan bisa dilihat masuk pidana atau cukuo kode etik," ucap Edi.

25 Polisi Diduga Hambat Penyidikan

25 personel polisi sudah diperiksa dalam pengusutan kasus tewasnya Brigadir J. Sebanyak 25 personel polisi itu diperiksa atas dugaan ketidakprofesionalan dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP).

"Personel ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP," kata Sigit dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (4/8).

Selain mengenai ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP, 25 personel polisi itu juga diduga menghambat proses penyidikan.

"Dan juga beberapa hal yang kita anggap bahwa itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan-hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan yang tentunya kita ingin bahwa semuanya bisa berjalan dengan baik," tuturnya.

Dia mengatakan proses pemeriksaan terus dilakukan. Sigit tak menjelaskan detail siapa saja 25 personel itu.

"Proses masih terus berjalan," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT