Kasus Suap Eks Walkot Jogja, Petinggi Summarecon Agung Segera Diadili

ADVERTISEMENT

Kasus Suap Eks Walkot Jogja, Petinggi Summarecon Agung Segera Diadili

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 02 Agu 2022 10:10 WIB
Kepanjangan KPK hingga Tugas-tugas Lembaga Antikorupsi Itu
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

KPK telah melimpahkan berkas perkara penyidikan atau tahap II terhadap Vice President Summarecon Agung, Oon Nusihono. Oon beserta barang bukti milik kasus suap eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti telah diserahkan penyidik kepada jaksa KPK.

"Senin (1/8) telah selesai dilaksanakan tahap II, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti dengan Terdakwa Oon Nusihono dari tim penyidik pada tim jaksa KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (2/8/2022).

Ali menyampaikan kelengkapan berkas perkara Oon telah memenuhi unsur pidana yang dijeratkan kepadanya.

"Sebelumnya, isi kelengkapan berkas perkara tersebut telah memenuhi seluruh unsur dugaan tindak pidana yang dilakukan Terdakwa dimaksud," jelasnya.

Selanjutnya, penahanan atas Oon Nusihono bukan lagi menjadi wewenang penyidik. Ali menjelaskan, dalam 20 hari ke depan, Oon Nusihono akan ditahan di Rutan KPK Kaveling C1 di bawah pengawasan jaksa KPK.

"Penahanan dilanjutkan lagi oleh tim jaksa untuk 20 hari ke depan sampai nanti tanggal 20 Agustus 2022 di Rutan KPK pada Kaveling C1," ujar Ali.

Ali melanjutkan jaksa KPK memiliki waktu 14 hari untuk pelimpahan berkas perkara dan dakwaan Oon Nusihono ke Pengadilan Tipikor. Nantinya, Oon akan segera disidangkan terkait perkaranya.

"Dalam waktu 14 hari kerja, tim jaksa akan segera melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan ke Pengadilan Tipikor," tutupnya.

Adapun perkara ini bermula saat KPK menjaring Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (2/6). Dia diringkus bersama Vice President Summarecon Agung Oon Nusihono.

Kemudian, pada Jumat (3/6), KPK menetapkan Haryadi Suyuti sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan izin apartemen di Yogyakarta. Selain Haryadi, KPK menetapkan tiga tersangka lainnya.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membeberkan ketiga tersangka tersebut, Jumat (3/6). Berikut ini rincian tersangka kasus suap yang menjerat Haryadi:

Tersangka Pemberi:

- Vice President Real Estate PT SA Tbk (Summarecon Agung), Oon Nusihono

Penerima:

- Wali Kota Yogyakarta 2017-2022, Haryadi Suyuti
- Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, Nurwidhihartana
- Sekretaris Pribadi merangkap Ajudan Haryadi Suyuti, Triyanto Budi Yuwono

Alex menyebut Oon sebagai tersangka pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Lalu ketiga tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Alex mengatakan, dalam penangkapan Haryadi dkk, KPK mengamankan sejumlah uang dalam pecahan dolar sebagai barang bukti. Totalnya ada USD 27.258.

Lihat juga video 'Suap Penerbitan IMB yang Bikin Eks Walkot Jogja Dicokok KPK':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT