Rapat dengan DPRD DKI, TransJakarta Klaim Sudah Jalani Rekomendasi KNKT

ADVERTISEMENT

Rapat dengan DPRD DKI, TransJakarta Klaim Sudah Jalani Rekomendasi KNKT

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 17:51 WIB
Komisi B DPRD DKI Jakarta hari ini menggelar rapat kerja bersama Pemprov DKI Jakarta, direksi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Komisi B DPRD DKI Jakarta hari ini menggelar rapat kerja bersama Pemprov DKI Jakarta, direksi PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). (Nahda Rizki Utami/detikcom)

Wildan kemudian mengatakan tidak ada yang dapat menjamin kompetensi pengemudi TransJakarta. Menurutnya, hal itu menjadi masalah yang cukup krusial.

"Artinya di sini secara regulasi tidak ada satu sistem pun yang menjamin bahwa kompetensi pengemudi TransJakarta itu memadai dengan tugas dan tanggung jawab yang dihadapinya. Ini menjadi masalah yang sangat krusial," imbuh Wildan.

Rekomendasi KNKT

Sebagai informasi, KNKT telah menerbitkan beberapa poin rekomendasi untuk TransJakarta. Pertama, KNKT merekomendasikan agar TransJakarta membentuk departemen khusus yang menangani keselamatan. Nantinya, departemen ini akan berfokus dalam mitigasi kecelakaan.

"Pertama salah satu rekomendasi kami agar di dalam TransJakarta ada departemen khusus yang menangani keselamatan. Yang mengelola manajemen risikonya sehingga bisa berjalan lebih efektif dan efisien untuk melakukan mitigasi terhadap risiko bahaya yang muncul," ujar kata Plt Kasubkom Moda Transportasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Ahmad Wildan.

Selanjutnya, KNKT meminta aga TransJakarta melakukan program kesehatan kerja atau fit to work kepada awak bus. Salah satu caranya dengan mengatur pergantian pengemudi.

"Kita ada beberapa masukan atau rekomendasi di antaranya agar TransJakarta melakukan fit to work, memastikan kebugaran kesehatan pengemudi sebelum mengemudi terutama perbaikan-perbaikan dalam penugasan pengemudi. Misalkan, menyiapkan pengemudi langsir dan sebagainya," imbuhnya.

Terakhir, KNKT juga merekomendasikan agar Badan pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan analisis pemetaan bahaya, atau road hazard mapping terhadap lintasan TransJakarta BRT dan non-BRT.

"Jadi nanti tunggu untuk keselamatan rute kita sudah identifikasi banyak hazard, kita minta BPTJ melakukan analisa mapping lebih komprehensif nanti arahannya, tetap KNKT akan melakukan pendampingan," terangnya.


(nhd/aud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT