ADVERTISEMENT

Terlalu! Gangster di Tangerang Gunakan Hasil Kejahatan buat Mabuk-mabukan

Khairul Ma'arif - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 16:38 WIB
Gangster bersenjata serang karyawan pabrik di Tangerang
Gangster bersenjata menyerang karyawan pabrik di Tangerang. (Dok. Istiimewa)
Tangerang -

Sepuluh anggota gangster yang merampas handphone (HP) di Kota Tangerang, yang viral di media sosial, ditangkap polisi. Para pelaku menjual ponsel yang dirampas dari korban untuk mabuk-mabukan.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan 10 pelaku kebanyakan adalah warga sekitar Tangerang. Menurutnya, selain menikmati hasil kejahatan untuk beli minuman keras (miras), para pelaku sebagian minum miras sebelum melakukan aksinya.

"Dibuat ini bagi rata, ada yang keperluan sehari-hari, dibuat minuman jadi seperti itu. Minum-minuman keras dulu, jadi seperti itu. Memang pada saat mereka melakukan mereka dalam pengaruh minuman keras," kata Zain saat jumpa pers di Mapolsek Batu Ceper, Senin (1/8/2022).

Ia menuturkan kelompok gangster ini tidak memiliki nama identitasnya. Mereka ada perkumpulan kelompok kecil, tetapi tidak saling berkaitan satu sama lain.

Sebelumnya, diketahui polisi menangkap 10 pelaku gangster yang beraksi pada malam menjelang dini hari di Kota Tangerang. Sepuluh pelaku ini terdiri atas sembilan pelaku beraksi di Batu Ceper dan satu pelaku beraksi di Periuk, Kota Tangerang.

"Pelaku yang beraksi di Jatiuwung itu ditangkap di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Kemudian yang di Batu Ceper, ada beberapa TKP, ada yang di Karawaci, Legok, dan termasuk di daerah Curug juga ada pada saat kita mau ambil ke sekolahnya," ucap Zain.

Satu pelaku yang beraksi di Jatiuwung berinisial NIK alias Garong dan empat temannya berinisial M, R, B, dan MF masih DPO. Sementara sembilan pelaku yang ditangkap setelah beraksi di Batu Ceper berinisial AAF dan FF berusia dewasa, MRA, RIM, GDA, A, RS, RGA, dan DR, serta satu orang yang masih DPO berinisial A.

"Alhamdulillah tidak ada perlawanan pada saat penangkapan," imbuh Zain.

Ia menegaskan para pelaku yang masih DPO sedang dilakukan pengejaran oleh pihak kepolisian. Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP Ayat 2 ke 1E dan 2E dan Pasal 76 UU Nomor 35 UU Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Karena ada korbannya anak-anak ancaman hukumannya 12 tahun penjara. Ke depan kita masih terus pengejaran kepada pelakunya. Pelaku diminta untuk menyerahkan diri kepada petugas secara baik-baik," jelasnya.

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT