ADVERTISEMENT

Pakar Hukum Pidana Minta Tak Ada Spekulasi Memperkeruh di Kasus Brigadir J

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 13:28 WIB
Hibnu Nugroho Prof Dr
Prof Hibnu Nugroho (Andi Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pakar hukum pidana Prof Hibnu Nugroho meminta semua pihak tidak memberi spekulasi yang memperkeruh kasus Brigadir Nofrinsyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Hibnu meminta kepolisian mengusut kasus itu dengan benar di tengah spekulasi yang beredar.

Diketahui, dalam kasus kematian Brigadir J ini banyak spekulasi yang beredar. Ada klaim yang disampaikan pengacara dan polisi. Hibnu menilai beda sikap antara polisi dan pengacara keluarga Brigadir J itu hal yang wajar.

Sebab, pengacara, polisi, dan jaksa memiliki sudut pandang yang berbeda, yakni sudut pandang pengacara itu objektif dan subjektif dalam artian subjektif mendampingi kliennya. Sedangkan dalam pandangan polisi atau penyidik, subjektifnya mewakili negara.

"Jadi kalau memang berpikir seperti itu pihak polisi ya saya kira independen aja. Karena bagaimanapun pun juga dia berpikir dari subjektif mewakili negara, objektif terhadap perkaranya. Karena kalau advokat itu berpikir dari objektif dan subjektif. Subjektif karena mewakili kliennya. Nah oleh karena itu dalam hal seperti ini makanya independensi suatu penyelesaian suatu perkara itu hal yang utama," kata Hibnu kepada wartawan, Senin (1/8/2022).

Hibnu mengingatkan agar tidak ada rekayasa dalam pemeriksaan pendahuluan kasus ini. Karena itu, dia menilai sikap Polri yang menggandeng Komnas HAM dan Kompolnas sebagai langkah baik.

"Karena apa? Dalam teori hukum itu pemeriksaan pendahuluan ibaratnya the gate keeper of criminal justice system, pintunya. Pintunya untuk penyelesaian di persidangan. Jadi jangan sampai dalam pintu gerbang ini ada suatu masalah," tegasnya.

Hibnu mengingatkan penyidik agar tidak terpengaruh suatu masalah. Masalah yang dimaksud Hibnu adalah pernyataan pengacara salah satunya.

"Suatu masalah itu mungkin terkait dengan terpengaruh oleh orang lain, terpengaruh oleh penasihat hukum, terpengaruh intervensi pimpinan, jangan sampai. Karena ini taruhannya pembuktian di persidangan," katanya.

Meski dinilai wajar, Hibnu juga meminta pengacara tidak memperkeruh perkara dengan spekulasi. Dia mengimbau penyidik bisa bekerja independen tanpa mengkhawatirkan intervensi dari spekulasi yang ada.

"Jangan sampai memperkeruh di dalam suatu perkara kan gitu. Itulah yang saya sering gambarkan teori triangle itu seperti itu, jadi ada pengaruh-pengaruh pendapat-pendapat yang mungkin bisa menjadikan penyidik atau penyelidik itu bias, kalau tidak kuat ilmunya," paparnya.

"Itulah triangle, pengungkapan suatu perkara itu dalam keadaan normal oke oke saja, ini kan keadaan tidak normal, semua orang melihat, sehingga tanda petik 'intervensi, pendapat' yang mungkin tidak mempunyai suatu varietas bisa jadi akan memperkeruh. Di sinilah maka kewibawaan, kemantapan, atau independensi penyidik itu menjadi taruhan," pungkasnya.

Simak juga video 'Alasan Komnas HAM Lipat Data Dump Cell: Lindungi Keluarga Brigadir J':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/hri)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT