ADVERTISEMENT

Ramai Isu LGBT di CFW, Ini Kata Anak-anak Muda di Dukuh Atas

Silvia Ng - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 19:43 WIB
Sejumlah warga beraktivitas di Zebra Cross, Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (27/7/2022). Lokasi yang dikenal sebagai Citayam Fashion Week (CFW) ini tetap ramai kala jam pulang kerja.
Suasana Citayam Fashion Week di Dukuh Atas, Jakarta Pusat. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria melarang promosi LGBT di arena Citayam Fashion Week, sebutan populer untuk geliat anak muda di Dukuh Atas ini. Dinas Sosial bahkan akan menertibkan remaja pria yang berpenampilan bak perempuan. Apa kata anak-anak CFW sendiri?

detikcom mencoba mendengar langsung suara anak-anak muda yang nongkrong di Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2022).

Salah seorang pengunjung, Taufik (25), mengatakan sependapat anak remaja laki-laki yang berbusana bak perempuan itu sebagai promosi LGBT.

"Ya menurut saya kalau untuk promosi LGBT, itu benar, ya kan," kata dia saat diwawancarai detikcom di lokasi yang ramai ini.

Taufik mendukung gerakan politikus Partai Gerindra itu untuk melindungi anak-anak 'SCBD' dari paparan LGBT di CFW. "Ya saya sangat mendukung sekali untuk Pak Wagub DKI Jakarta Pak Riza Patria, itu menurut saya sangat, dari gagasannya itu sangat sesuai dengan norma yang ada, karena norma kita itu tidak menerapkan LGBT di Indonesia ini," jelas dia.

Citayam Fashion Week di Dukuh AtasCitayam Fashion Week di Dukuh Atas (Silvia Ng/detikcom)

Sependapat, pengunjung lainnya, Ardya (22), mengaku setuju dengan Wagub DKI Jakarta karena di lokasi CFW ini ramai dikunjungi anak kecil. "Apalagi untuk anak kecil, karena ini ruang terbuka, banyak yang melihat mulai anak kecil sampai orang dewasa, bahkan ada nenek-nenek juga ada yang lihat," jelas dia.

Di sisi lain, ada juga pengunjung lain, Anye (30), yang merasa sah-sah saja dengan anak remaja laki-laki yang berbusana layaknya perempuan. Hanya, para peserta harus menyesuaikan tempat berbusananya agar lebih sopan.

"Saya ada setujunya kalau mereka tahu tempat. Ya ini terbuka. Jadi mereka tuh harusnya pakai bajunya lebih sopan sih," ucapnya.

Anya di arena Citayam Fashion Week, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, 30 Juli 2022. (Silvia Ng/detikcom)Anya di arena Citayam Fashion Week, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, 30 Juli 2022. (Silvia Ng/detikcom)

Begitu pula dengan Ali (25). Dia menyebutkan jenis busana tidak punya jenis kelamin, tidak pula punya gender. Maka, sah-sah saja seorang pria memakai busana yang selama ini diidentikkan sebagai busana perempuan, padahal busana itu sebenarnya tidak berjenis kelamin hanya karena busana itu sering dipakai jenis kelamin tertentu.

"Jadi saya juga pribadi punya beberapa pakaian cewek, karena fashion itu menurut saya nggak ada gender. Jadi menurut saya sah-sah saja kalau dipakai sama cowok," papar dia.

Menurut Ali, tidak semua laki-laki yang berpakaian perempuan dapat dikategorikan sebagai transpuan. "Saya balik lagi ke pakaian mereka, nggak semua orang berpakaian perempuan itu dia LGBT atau dia transgender, nggak semuanya kayak gitu," tutup dia.

Simak juga video 'Polda Metro Sarankan Citayam Fashion Week Digelar Saat CFD':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT