ADVERTISEMENT

Amnesty International Kritik Wagub DKI Sikapi Isu LGBT CFW: Diskriminatif!

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 15:26 WIB
Usman Hamid (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Usman Hamid (Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Amnesty International Indonesia melontarkan kritik keras terhadap penyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengenai isu lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) di kawasan Citayam Fashion Week (CFW). Amnesty menilai pernyataan tersebut cenderung diskriminatif terhadap kelompok minoritas.

"Pejabat kembali lagi membuat pernyataan-pernyataan diskriminatif yang berpotensi menyebabkan persekusi terhadap kelompok minoritas," kata Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, dalam keterangannya, Sabtu (30/7/2022).

Usman juga menyoroti langkah yang dilakukan Dinas Sosial Jakarta Pusat yang bakal menertibkan pria berpakaian wanita di kawasan itu. Usman memandang mengungkapkan identitas dan ekspresi gender bukan tindakan kriminal, melainkan ekspresi diri yang dilindungi oleh hukum nasional maupun internasional.

Lenggak-lenggok ABG 'SCBD' di zebra cross Dukuh Atas, Jakarta, jadi polemik karena membuat arus lalu lintas di lokasi tersendat. (Anggi M/detikcom)Lenggak-lenggok ABG 'SCBD' di zebra cross Dukuh Atas, Jakarta, jadi polemik karena membuat arus lalu lintas di lokasi tersendat. Foto ilustrasi ini tidak berhubungan langsung dengan berita mengenai isu LGBT. (Anggi M/detikcom)

Meski begitu, dia menekankan setiap orang memiliki hak yang setara, terlepas dari gender, etnis maupun orientasi seksual.

"Pihak berwenang justru seharusnya melindungi mereka dari diskriminasi, bukan malah membuat pernyataan-pernyataan yang dapat memicu diskriminasi dan persekusi," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan kehadiran Citayam Fashion Week (CFW) di Dukuh Atas merupakan bukti kreativitas anak-anak di ruang publik. Kendati demikian, Riza mengatakan pihaknya menjaga remaja 'SCBD' itu dari pengaruh lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

"Citayam Fashion Week bukti anak-anak yang kreatif memanfaatkan ruang publik, kami jaga mereka dari pengaruh LGBT," kata Riza dalam Instagram pribadinya, @arizapatria, seperti dilihat, Kamis (28/7) kemarin.

Politikus Gerindra itu membeberkan sejumlah alasan perlu menjaga anak-anak 'Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok' dari pengaruh LGBT. Menurutnya, LGBT mengaburkan identitas dan jati diri anak-anak, menjerumuskan anak ke pergaulan bebas hingga kehilangan norma-norma, etika, budaya, dan agama.

"Kami juga berkewajiban melindungi anak-anak kita dari dari kampanye dan promosi LGBT, perilaku konsumtif, boros, pergaulan bebas, narkoba, rokok, kecanduan gadget, putus sekolah, dan lain-lain," ujarnya.

Di samping itu, Pemprov DKI bersama DPRD terus memperbanyak ruang terbuka sebagai sarana berekspresi. Riza lantas mengajak seluruh pihak melindungi anak dari perilaku menyimpang.

Kawasan Dukuh Atas kian padat gara-gara Citayam Fashion Week oleh ABG SCBD atau 'Sudirman, Citayam, Bojonggede, dan Depok'. Fashion show itu juga diikuti para remaja laki-laki yang berdandan bak wanita berlenggak-lenggok di zebra cross Dukuh Atas. Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengatakan akan melakukan tindakan terkait fenomena itu.

"Iya, kita siap melakukan penindakan terhadap mereka," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakpus Abdul Salam kepada wartawan, Senin (25/7).

Abdul mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP terkait penertiban remaja tersebut. Dia menyebut para ABG yang berdandan bak wanita itu termasuk kategori penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Simak juga video 'Momen Satpol PP Bubarkan Massa di Citayam Fashion Week Sudirman':

[Gambas:Video 20detik]



(taa/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT