Ketum PKB Ajak Masyarakat Perkuat Cinta Islam-Indonesia

ADVERTISEMENT

Ketum PKB Ajak Masyarakat Perkuat Cinta Islam-Indonesia

Hanifa Widyas - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 11:37 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar.
Foto: Eko Susanto/detikcom
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin mengajak seluruh umat Islam untuk memperkuat semangat cinta Islam dan cinta Indonesia. Terlebih, ungkapnya, saat momentum tahun baru Hijriah 1444 yang jatuh hari ini, Sabtu (30/7).

"Dalam peringatan tahun Baru Hijriah, saatnya kita perkuat semangat cinta Islam dan cinta Indonesia. Hal ini penting sebab bangsa Indonesia merupakan bangsa yang menganut Ketuhanan yang Maha Esa sebagai dasar bernegara dan falsafah hidup," kata Cak Imin dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/7/2022).

Ia mengatakan berkat kontribusi nyata terhadap kemerdekaan Indonesia, ribuan ulama dan tokoh Islam telah tercatat dan diabadikan dalam sejarah. Cak Imin menganggap mereka telah memberi contoh cara mencintai Islam dan Indonesia yang sepatutnya berjalan beriringan.

"Pahlawan Nasional seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH Wahab Hasbulloh, KH Wahid Hasyim, KH Ahmad Dahlan, Cut Nyak Dhien, Teuku Umar hingga Agus Salim, dan sederet ratusan nama-nama lainnya merupakan bukti nyata bahwa cinta Islam dan cinta Indonesia seiring sejalan," tutur Cak Imin.

Keponakan Gus Dur ini menyatakan Islam dan Indonesia merupakan entitas yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini disebabkan karena Indonesia didirikan sebagai negara yang merangkul agama-agama, bukan sebagai negara agama. Oleh sebab itu, sistem khilafah dan juga sekuler sudah pasti mendapat penolakan lantaran bertentangan dengan nilai Keindonesiaan.

"Refleksi Keislaman dan Keindonesian ini penting kita suarakan karena terjadi polarisasi yang nyata yang mencoba menarik Indonesia sebagai negara khilafah atau pun negara sekuler. Polarisasi yang terjadi di masyarakat tergambar jelas, dan kita temukan dalam riset dan survei banyak lembaga. Yang lebih mengkhawatirkan polarisasi juga terjadi pada Generasi Milenial dan Gen Z," ujarnya.

Mengutip hasil survei Alvara Institute terhadap 1097 generasi milenial Indonesia di 33 Provinsi pada bulan Oktober 2018, Cak Imin menemukan tiga komposisi tipologi milenial Indonesia yang berkaitan dengan hubungan agama dan negara. Adapun tiga tipologi tersebut, di antaranya Nationalist-Religious Oriented sebesar 40,9%, Nationalist Oriented sebesar 35,8%, dan Religious Oriented sebesar 23,3%.

Menurutnya, sebanyak 23% generasi milenial yang percaya sistem khilafah dan berusaha menerapkannya di Indonesia dapat dibuktikan melalui temuan itu. Begitu juga sebaliknya, ada 35% Generasi milenial dan Gen-Z yang berusaha memisahkan nilai-nilai religius dalam sistem pemerintahan Indonesia.

"Kita harus bergandengan tangan dan semakin menguatkan kaum muda, generasi milenial dan Gen Z di sekitar kita agar berorientasi moderat, Nasionalis-Religius dalam membangun Indonesia. Dan momentum tahun baru Hijriah tepat untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap nilai-nilai Islam sekaligus nasionalisme, terutama di kalangan milenial dan Gen-Z karena mereka adalah masa depan bangsa Indonesia," pungkas Cak Imin.

Simak juga video 'Gerindra Kantongi Nama Cawapres, PKB: Kami Harap Ini Simbiosis Mutualisme':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT