Polisi Sweeping 'Mata Elang' Usai Viral Warga Disetop Paksa di Jakut

ADVERTISEMENT

Polisi Sweeping 'Mata Elang' Usai Viral Warga Disetop Paksa di Jakut

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 29 Jul 2022 13:21 WIB
Video debt collector atau mata elang memberhentikan paksa warga Kelapa Gading, Jakut, viral di medsos. Polisi pun merazia mata elang yang meresahkan. (ANTARA/Abdu Faisal)
Foto: Video debt collector atau mata elang memberhentikan paksa warga Kelapa Gading, Jakut, viral di medsos. Polisi pun merazia mata elang yang meresahkan. (ANTARA/Abdu Faisal)

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Vokky Sagala mengatakan pihaknya melakukan penindakan setelah adanya laporan masyarakat yang resah akan keberadaan mata elang atau kelompok penagih utang di jalan raya.

"Kegiatan sweeping atau menyapu bersih perihal adanya laporan dari masyarakat terkait ketidaknyamanan dengan adanya Mata Elang di wilayah Kelapa Gading," Kata Vokky seperti dilihat di akun Polres Metro Jakut, @polres_metro_jakarta_utara, Jumat (29/7/2022).

Aparat Polsek Kelapa Gading melakukan patroli skala besar di sejumlah lokasi yang sering dijumpai mata elang. Lalu mereka mendapati seorang mata elang yang sedang mengawasi dari salah satu halte.

"Saat menyisir wilayah, kebetulan kami dapat satu (mata elang) di Jalan Yos Sudarso. Yang bersangkutan sedang memantau nomor (kendaraan) yang mungkin menurut data mereka melakukan penunggakan angsuran," ucapnya.

Seorang mata elang itu lalu didata lebih lanjut untuk mendalami apakah tindakan yang dilakukannya melanggar hukum atau tidak.

"Kami nanti akan data, apabila nanti tidak ditemukan perbuatan yang tidak melanggar pidana nanti akan kita pulangkan. Nanti kita data dan beri himbauan untuk tidak akan melakukan kegiatan di kelapa gading," tuturnya.

Polisi juga masih menyelidiki kelompok mata elang (debt collector) atau penagih hutang yang viral memberhentikan paksa dan diduga menganiaya pengendara motor di kawasan Kelapa Gading.

Bagaimana Jika Berhadapan dengan Mata Elang?

Dia menegaskan keberadaan mata elang saat ini sudah tidak diperbolehkan lagi. Dia mengatakan ada proses dalam penyitaan atau penarikan kendaraan bermotor. Masyarakat diminta berani mau melapor ke polisi.

"Ada aturan yang harus ditaati. Apabila ketemu dengan mata elang, silakan dilayani dengan baik dan tenang, tidak usah takut, lakukan adu argumen apabila tidak bersalah silahkan ke kantor polisi untuk kami fasilitasi," tuturnya.


(jbr/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT