Polisi Jelaskan Progres Laporan Roy Suryo ke 3 Akun Penyebar Pertama Meme

ADVERTISEMENT

Polisi Jelaskan Progres Laporan Roy Suryo ke 3 Akun Penyebar Pertama Meme

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 29 Jul 2022 12:56 WIB
Jakarta -

Roy Suryo melaporkan tiga akun penyebar pertama meme stupa Candi Borobudur. Polisi mengatakan laporan Roy Suryo saat ini masih berjalan.

"Iya itu tetap akan dilakukan penyelidikan oleh kepolisian. Jadi kalau ada media yang menulis dihentikan penyidikannya itu salah. Penghentian penyidikan itu kan SP3 ini belum dilakukan penghentian penyidikan. Masih dilakukan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan, Jumat (29/7/2022).

Namun demikian, Zulpan menyebut saat ini penyidik belum menemukan unsur pidana dalam laporan Roy Suryo tersebut. Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami laporan Roy Suryo tersebut.

"Sejauh ini memang belum ditemukan unsur pidana nya tetapi masih terus digali," ujarnya.

Lebih lanjut, Zulpan masih belum merinci terkait identitas dari tiga akun terlapor dalam kasus tersebut.

"Iya nanti dijelaskan oleh tim cyber," singkatnya.

Roy Suryo Laporkan Tiga Akun

Roy Suryo lapor polisi usai postingan meme patung Buddha Candi Borobudur mengundang polemik. Roy Suryo melaporkan 3 akun media sosial tersebut karena mengunggah 'pertama kali' meme patung Buddha Candi Borobudur yang diedit mirip wajah Presiden Jokowi itu.

"Iya yang dilaporkan itu adalah pengunggah pertama. Yang diketahui oleh kami ada tiga akun," kata kuasa hukum Roy Suryo, Pitra Romadoni, kepada wartawan, Kamis (16/6/).

Pitra menyebut Roy Suryo sudah memberikan penjelasan terkait postingannya yang berasal dari 3 akun media sosial itu. Dia menyebut postingan Roy Suryo menjadi ramai usai ada upaya penggiringan opini yang dilakukan para akun tersebut.

"Dan itu sudah dijelaskan juga di postingan Pak Roy. Bahwasanya beliau dapat dari sini (3 akun). Karena beliau merasa juga korban atas akun tersebut, dan digiring opininya k earah sana maka kita laporkan," ucapnya.

Sementara itu, Roy Suryo juga menjelaskan terkait alasannya melaporkan ketiga akun medsos tersebut. Dia menyebut masyarakat menjadi tergiring opininya oleh ketiga akun medsos tersebut.

"Jadi ini untuk meluruskan akibat banyak masyarakat yang tergiring, juga dikira saya yang mengedit, saya yang memposting awal, ada kata-kata saya yang menyerang kaum Buddha. Tidak ada sama sekali atau bahkan saya melecehkan. Tidak ada niat itu. Baca baik-baik kreativitas netizen itu yang saya mention di postingan saya dan kenaikan tarif tiket," ujar dia.

"Saya ada jelas di situ, tapi itu biarlah nanti tim cyber yang berkomunikasi. Saya tidak akan buka di sini, nanti orangnya lari. Jadi biarkan itu di-profiling karena biasanya ada waktu untuk mencari link url-nya," imbuhnya.

(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT