ADVERTISEMENT

Elite PD Kritik Rahayu soal Pilkada Tak Langsung: Kemunduran Demokrasi!

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 16:39 WIB
Sekretaris Bappilu Demokrat Kamhar Lakumani (Dok. Pribadi).
Sekretaris Bappilu Demokrat Kamhar Lakumani (Dok. Pribadi)

Sebelumnya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyuarakan soal pilkada melalui DPRD atau pilkada tak langsung. Rahayu menjabarkan salah satu alasannya, yakni untuk menekan korupsi.

Mulanya, Rahayu menyebut Indonesia sudah jauh sekali dari salah satu sila di Pancasila, yakni sila ke-4 Pancasila.

"Buat yang benar-benar mengerti soal sila ke-4, kita sudah jauh banget dari sila ke-4," ungkap Rahayu seperti dalam video Total Politik yang disiarkan di acara Adu Perspektif detikcom, Rabu (27/7/2022) malam.

Rahayu menilai masyarakat terkesan ngasal saat memilih kepala daerah. Banyak masyarakat memilih asal karena banyak pilihan.

"Bukan pilpres, tapi pilkada, why? Seharusnya masyarakat diajari siapa yang kau pilih sebagai wakil lo. Make the difference. Orang kan sekarang mikirnya, 'Ah, ya sudahlah, terserah gua nyoblos yang ini, nyoblos yang ini' tanpa melihat karena too much choice," kata Rahayu.

Dengan pilkada tak langsung, jelas Rahayu, masyarakat bisa fokus memilih presiden. Masyarakat diminta mempercayakan pemilihan kepala daerah kepada DPRD.

"Mereka harus trust bahwa yang mereka pilih akan membuat keputusan yang tepat dalam siapa yang akan memimpin daerah mereka," tutur Rahayu.


(fca/eva)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT