ADVERTISEMENT

Ade Armando Siap Bersaksi di Sidang Kasus Pengeroyokan: Baru Sembuh Covid

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 13:08 WIB
Jakarta -

Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando hadir menjadi saksi di sidang kasus pengeroyokan terhadap dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ade Armando terlihat dikawal aparat kepolisian.

Pantauan detikcom di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/7/2022), Ade datang mengenakan batik dan bermasker. Ade terlihat dikawal lima polisi.

Ade menyebut saat ini kondisinya sudah sehat dan dokter di rumah sakit menyebut sudah tidak ada lagi yang perlu dirisaukan dari bekas pengeroyokan itu.

"Alhamdulillah baru selesai COVID, sudah sehat sekarang. Menurut rumah sakit, tidak ada yang perlu dirisaukan dari bekas pengeroyokan, aman semua," kata Ade Armando.

Ade mengatakan siap memberikan keterangan perihal pengeroyokan yang dialaminya. Dia berharap pengeroyoknya itu mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

"Kalau saya sih berharap keadilan bisa ditegakkan ya, siapa yang bersalah harus mendapat hukuman yang setimpal dengan apa yang sudah dilakukan. Ini bukan karena saya dendam atau apa pun, tapi karena menurut saya apa yang dilakukan oleh para pengeroyok itu tidak dapat dibenarkan dan setiap orang di Indonesia harus sadar bahwa tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan hukum akan ditegakkan kepada mereka," ujarnya.

Sebelumnya, majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi tiga terdakwa kasus pengeroyokan terhadap Ade Armando. Hakim memerintahkan sidang perkara ini dilanjutkan ke tahap pemeriksaan saksi.

Total terdakwa dalam kasus ini berjumlah enam orang. Tapi hanya tiga terdakwa yang mengajukan nota keberatan atau eksepsi terhadap dakwaan jaksa penuntut umum.


Dakwaan Pengeroyok Ade Armando

Marcos Iswan dkk didakwa melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan luka kepada Ade Armando. Jaksa mengatakan Ade Armando dikeroyok di depan gedung DPR RI, Jakarta, pada 11 April 2022, sekitar pukul 15.00 WIB.

Jaksa mengatakan keenam terdakwa itu datang ke DPR RI untuk mengikuti aksi mahasiswa untuk menolak kenaikan harga BBM dan menolak masa jabatan presiden tiga periode. Jaksa mengatakan enam terdakwa itu berasal dari Partai Masyumi dan sudah saling mengenal.

Berikut ini kekerasan yang dilakukan enam terdakwa:

- Marcos Iswan menendang saksi korban Ade Armando sebanyak dua kali menggunakan kaki kanan hingga saat itu saksi korban Ade Armando terjatuh miring di jalan.

- Komar memukul menggunakan tangan kanan mengepal sebanyak satu kali mengenai bagian rahang sebelah kiri, kemudian memukuli bagian kepala korban sebanyak satu kali, saat itu saksi korban Ade Armando sedang dikerumuni dan dipukuli oleh massa.

- Abdul Latif memukul pipi saksi korban Ade Armando pada bagian sebelah kiri sebanyak satu kali dengan menggunakan tangan kanan.

- Muhammad Bagja penarikan kaus saksi korban Ade Armando dengan menggunakan tangan kiri.

- Al Fikri Hidayatullah memukul bagian mata sebelah kanan saksi korban menggunakan tangan kosong sebelah kanan dan menendang dengan kaki kiri sebanyak tiga kali mengenai bagian paha bagian perut saat saksi korban Ade Armando sudah jatuh tersungkur.

- Dhia Ul Haq dari arah belakang langsung memukul kepala bagian belakang saksi korban Ade Armando dengan menggunakan tangan kanan.

Perbuatan keenam terdakwa, kata jaksa, diikuti oleh massa lainnya. Massa juga ikut memukul dan menarik pakaian Ade Armando hingga jatuh ke jalan sebelum diamankan petugas.

Jaksa mengatakan perbuatan enam terdakwa membuat Ade Armando mengalami luka-luka pada bagian kepala dan wajah. Ade Armando juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit saat itu. Akibat perbuatan itu, enam terdakwa didakwa melanggar Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 KUHP.

(whn/yld)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT