Ditegur Kemenhub, Pemkab Serang Pasang Palang Pintu di TKP Odong-odong Maut

ADVERTISEMENT

Ditegur Kemenhub, Pemkab Serang Pasang Palang Pintu di TKP Odong-odong Maut

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 18:11 WIB
Kadishub Kabupaten Serang Tarkul Wasyit
Kadishub Kabupaten Serang Tarkul Wasyit (Foto: Bahtiar/detikcom)
Serang -

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Edi Nursalam menegur Pemkab Serang karena tidak memasang palang pintu dan rambu di TKP odong-odong tertabrak kereta pada Rabu (26/7) kemarin. Atas teguran itu, Pemkab bakal memasang palang pintu termasuk di 6 lokasi lainnya di Serang.

"Insya Allah, hari ini kita siapkan sebagai antisipasi pencegahan, kita akan buatkan palang perlintasan sebagai antisipasi," kata Plt Kadishub Kabupaten Serang Tarkul Wasyit, Serang, Rabu (27/7/2022).

Kadishub mengatakan 4 tahun lalu sebetulnya Pemkab Serang mau memasang rambu dan palang pintu di lokasi-lokasi berbahaya. Tapi itu terhambat anggaran karena pandemi COVID-19.

"2018 perencanaan, 2019 ada COVID, 2020 kita masih terhalang COVID, kita berupaya karena kondisi daerah seperti ini," ujarnya.

Pemkab Serang juga memohon agar Pemprov Banten juga membantu dan bertanggung jawab kebutuhan di perlintasan kereta api. Karena, kondisi keuangan Pemkab disebut terbatas.

Selain di perlintasan Kampung Silebu, perlintasan kereta api yang tanpa rambu dan palang pintu ada di 6 lokasi. Perlintasan berbahaya itu ada di Bojong Pandang, Bojong Catang, Cirangkong, Silebu dan Krapcak.

"Semuanya ada 6 perlintasan, (kapan dibangun) itu kan terkait dengan perencanaan penganggaran," tambahnya.

Dia akan mendorong agar dianggarkan di APBD Perubahan. Dishub juga meminta pihak desa ikut terlibat dalam membantu antisipasi di perlintasan kereta api.

"Akan kita pasang palang pintu," pungkasnya.

Kemenhub Tegur Pemkab Serang

Sebelumnya, Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Edi Nursalam meninjau lokasi kecelakaan odong-odong tertabrak kereta yang menewaskan 9 orang. Edi menegur Pemkab Serang tak memasang rambu-rambu di lokasi kejadian.

"Yang wajib mengevaluasi adalah pemilik jalan, ini kan jalan kabupaten, jadi bupati wajib mengevaluasi perlintasan sebidang minimal setahun sekali," kata Edi di lokasi, Serang, Rabu (27/7/2022).

Edi juga menerima laporan perlintasan ilegal yang ditutup PT KAI kemarin sempat dibongkar. Namun saat ini perlintasan ilegal itu sudah kembali ditutup.

"Kemarin sudah kita tutup melalui PT KAI, tapi dibongkar lagi, saya nggak tahu siapa yang bongkar, saya sudah dapat tadi kiriman dari ketua KNKT perlintasan sudah ditutup," jelasnya.

Edi mengatakan rambu-rambu di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab Pemkab Serang. Namun di lokasi kecelakaan tidak ada rambu-rambu yang terpasang.

"Itu wajib dipasang Pemda, ini sama sekali nggak ada. Sesuai peraturan peraturan perundang-undangan tanggung jawab pemda, tanggung jawab pemilik jalan, ini perlintasan tanpa izin, dibikin sendiri oleh masyarakat kemudian difasilitasi Pemda dengan pengecoran ini kemudian tanpa rambu-rambu peringatan bahwa di sini ada perlintasan," terangnya.

(bri/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT