ADVERTISEMENT

Andi Arief Serahkan Rp 50 Juta dari Bupati Penajam Paser Utara ke KPK

M Hanafi Aryan - detikNews
Senin, 25 Jul 2022 14:55 WIB
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi-detikcom)
Plt Jubir KPK Ali Fikri (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

KPK menerima uang Rp 50 juta dari Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. Uang tersebut merupakan pemberian dari terdakwa korupsi Bupati Penajam Paser Utara (PPU) nonaktif Abdul Gafur Mas'ud.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjelaskan, uang itu diterima KPK lewat rekening penerimaan bendahara KPK. Ali menyebut penyerahan itu lantaran Andi Arief berstatus sebagai saksi di perkara korupsi Abdul Gafur Mas'ud.

"Benar, informasi yang kami terima, Andi Arief dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam perkara Terdakwa Abdul Gafur Masud dkk, telah menyerahkan uang yang diterimanya sebesar Rp 50 juta melalui transfer bank ke rekening penerimaan bendahara KPK," kata Ali kepada wartawan, Senin (25/7/2022).

KPK akan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait soal uang itu. Kemudian, pihaknya juga akan menganalisisnya.

"Tim Jaksa KPK tentu masih akan mengonfirmasi kepada saksi-saksi lain serta menganalisis mengenai penerimaan uang oleh saksi tersebut," ujarnya.

"Berikutnya, tim JPU akan menuangkannya dalam analisa hukum surat tuntutan," sambung Ali.

Andi Arief Akui Terima Uang Rp 50 Juta

Sebelumnya, Andi Arief mengaku pernah menerima sejumlah uang dari Bupati PPU nonaktif Abdul Gafur Mas'ud. Ada dua kali pemberian, pada pemberian pertama diterima langsung Andi Arief sebesar Rp 50 juta.

Hal itu diungkapkan Andi Arief kala bersaksi di sidang Abdul Gafur di Pengadilan Tipikor Samarinda, Rabu (20/7/2022). Andi mengaku awal menerima uang itu pada Maret 2021.

"Betul (pernah menerima uang dari Abdul Gafur), setahu saya Pak Gafur memberikannya bulan Maret 2021, sama yang satu lagi saya lupa bulannya, dan itu saya tidak minta, Pak," ujar Andi Arief saat bersaksi.

Andi mengatakan uang itu dipakai untuk membantu kader Partai Demokrat (PD) yang terkena COVID. Dia mengaku uang pemberian Gafur tidak terkait dengan Musda PD.

"Cuma pada waktu itu... jangan dilihat dari sekarang, itu COVID melanda kader-kader Partai Demokrat banyak sekali waktu itu, jadi pak Gafur ini memberi ke kita dengan membantu, saya nanti akan jelaskan ada pertanyaan lagi, tapi yang jelas tidak ada hubungan apa namanya... Musda... tidak ada hubungan apa pun, tapi emang karena Pak Gafur ini saya dengar sejak tahun berapa perhatian sama DPP, pada pegawai-pegawai kecil itu memang ada," jelasnya.

Simak Video: Bantahan Mangkir Andi Arief hingga Tuding Jubir KPK Hoax

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT