ADVERTISEMENT

Jurus Silat Cikaret, Pusaka dari Tanah Leluhur Para Jawara

Nada Celesta - detikNews
Minggu, 24 Jul 2022 17:48 WIB
Jakarta -

Tugu golok di gerbang pintu masuk Kampung Gabus menjadi tanda, masih ada sisa-sisa sejarah yang dapat dikenang dari tanah leluhur para Jawara.

Kampung yang terletak di Desa Sriamur, Bekasi ini dulunya kental dengan nuansa sangar. Kini, wilayah ini menjelma menjadi kampung yang lekat dengan peninggalan budaya Betawi.

Dikenal dengan sebutan Kampung Jawara, jejak para pendekar bertebaran di wilayah Kampung Gabus. Pandih Bewok, salah satu jawara yang hidup di kampung itu pun ikut ambil bagian dalam pelestarian budaya Betawi. Ia mendirikan Padepokan Satria Panulung (PSP) yang mengajarkan Pencak Silat bagi siapapun yang ingin mendalaminya.

"Dengan adanya persilatan, kita bisa kumpul bareng sama teman-teman. Seni budaya juga. Artinya jangan sampai punah, jangan sampai hilang. Makanya saya buka persilatan atau padepokan, tujuannya biar berkembang. Nanti anak cucu kita atau generasi kedepan tahu, inilah seni budaya Betawi, kita hidupkan lagi," ujar Pandih Bewok saat ditemui tim detikcom untuk program Sosok, Minggu (24/07/2022)

PSP mengenalkan pencak silat aliran Cikaret kepada anak-anak wilayah Kampung Gabus. Berkat PSP, anak-anak Kampung Gabus yang awalnya asing dengan seni bela diri ini, kini telah lihai menunjukkan keahlian Pencak Silat di berbagai acara.

"Kalau kemarin-kemarin sebelum kita kembangkan kan sempat sepi, anak-anak tidak mengerti silat apa. Setelah dia mengerti silat, ini bisa mengangkat prestasi buat dia juga. Akhirnya dia banyak latihan, banyak tampil di tempat acara-acara," jelas Pandih.

Sempat menghadapi masa kelam dalam hidupnya, Pandih mengaku bahwa masa lalunya berbeda dengan Pandih Bewok yang dikenal saat ini. Saat itu, Pandih lebih populer sebagai preman dan pemalak.

Pandih Bewok tidak bisa lepas dari bela diri, Halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT