Kronologi Sopir Truk 'Dibuang' di Bogor Rekayasa Penggelapan 25 Ton Gula

ADVERTISEMENT

Kronologi Sopir Truk 'Dibuang' di Bogor Rekayasa Penggelapan 25 Ton Gula

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 19 Jul 2022 20:24 WIB
Polisi mengungkap rekayasa perampokan sopir truk inisial IMI (28) di Tol Cikupa, Tangerang, dan dibuang di Bogor. Rekayasa itu dilakukan agar pelaku bisa menggelapkan 25 ton gula pasir yang terdapat dalam muatan truk tersebut. 

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya Kompol Hari Agung mengatakan ada tiga pelaku yang menjadi otak perencanaan kasus tersebut. Selain tersangka MI, rekayasa perampokan itu disusun oleh tersangka Abu dan H yang kini masih buron.
Polda Metro Jaya memberikan keterangan rekayasa sopir truk gula dibuang. (Yogi Ernes/detikcom)

Rekayasa Perampokan Terbongkar

Kasus ini lalu berhasil dibongkar Tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya Sopir truk MI bekerja sama dengan temannya untuk menggelapkan 25 ton gula pasir.

"Pelaku (sopir truk) telah bekerja sama dengan seseorang yang sudah ditetapkan sebagai DPO untuk menggelapkan 1 (satu) unit truk ekspedisi dan 25 ton gula pasir," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Kamis (7/7).

MI dan temanya bermufakat jahat. Mereka membuat skenario seolah-olah MI telah dirampok dan dibuang ke Bogor.

"Pelaku MI diikat oleh temannya itu dan ditinggal dalam keadaan terikat di Gunung Sindur, kemudian menyebarkan berita bohong bahwa ia baru saja dibegal agar mendapat simpati dari masyarakat," jelas Zulpan.

Zulpan mengungkapkan, MI mengaku telah berbohong soal keterangan bahwa dirinya telah dirampok. Ia merekayasa perampokan utuk menggelapkan 25 ton gula pasir yang dia bawa.

"Setelah dilakukan penyelidikan diketahui bahwa sopir membuat berita bohong bahwa mobil truk bermuatan gula tersebut dirampok dan ia dibuang di Gunung Sindur. Untuk meyakinkan pemilik mobil sopir juga membuat laporan polisi dari peristiwa bohong tersebut," papar Zulpan.

Rekayasa perampokan yang dibuat oleh MI ini tercium setelah polisi menaruh kecurigaan. Di saat polisi melakukan penyelidikan atas laporan yang dibuat sopir truk, ia justru menghilang.

"Kecurigaan kami korban kok justru menghilang ketika polisi melakukan penyidikan," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat dihubungi, Rabu (6/7).

Para tersangka ditangkap oleh TimSubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinanAKBPHandik Zusen, AKP Tomy Haryono, dan Ipda Adin Rifa'i.


(ygs/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT