Disindir Belum Dewasa, Dahnil Beri Jawaban Menohok ke Elite NasDem

ADVERTISEMENT

Disindir Belum Dewasa, Dahnil Beri Jawaban Menohok ke Elite NasDem

Gibran Maulana - detikNews
Selasa, 19 Jul 2022 14:48 WIB
Jakarta -

Ketua DPP Partai NasDem Zulfan Lindan menyindir Dahnil Anzar Simanjuntak kalau belum dewasa jangan berpolitik terkait polemik pesan Surya Paloh ke Prabowo Subianto. Dahnil, juru bicara Prabowo, membalas pernyataan Zulfan.

"Kebiasaan menggunakan narasi dewasa, muda, tua dll itu identik dengan sikap mental yang mengedepankan identitas. Mari kita kedepankan kompetensi dan integritas," kata Dahnil saat dimintai konfirmasi, Selasa (19/7/2022).

Dahnil menyebut pesan 'kita sudah tua' yang diklaim Zulfan Lindan dari Paloh untuk Prabowo merupakan kebohongan. Dia menyarankan agar Zulfan Lindan jujur dan tidak berbohong dalam politik.

"Saran saya mari berpolitik dengan jujur dan mempersatukan. Jangan berbohong," katanya.

Zulfan mengklaim Ketua Umum NasDem Surya Paloh berpesan kepada Prabowo bahwa usia mereka sudah tua. Paloh mengatakan sekarang saatnya memberi kesempatan kepada yang muda-muda untuk maju sebagai capres.

"Saya cek ke Pak Prabowo apakah benar Pak Surya ngomong seperti yang disampaikan Pak Zulfan ini? Pak @prabowo sampaikan tidak ada omongan seperti itu disampaikan SP (Surya Paloh). Terus yang disampaikan Pak Zulfan itu omongan siapa?" ujar Dahnil di akun Twitter pribadinya dilihat, Selasa (19/7/2022).

Menurut Dahnil, Zulfan tidak pantas mengatakan hal yang tidak benar. Pernyataan Zulfan dinilai Dahnil merusak silaturahmi antara Prabowo dan Paloh.

Dahnil pun menyebut pernyataan Zulfan adalah omong kosong. Dia meminta Paloh sebagai Ketum NasDem memperhatikan tingkah laku Zulfan Lindan.

Zulfan membalas Dahnil. Zulfan menjelaskan pernyataannya tak bermaksud menahan Prabowo maju menjadi calon presiden di Pilpres 2024 mendatang. Dia menekankan hal itu sekadar saran.

Zulfan lalu berpesan agar Dahnil jangan berpolitik kalau belum 'dewasa'. Menurutnya, perbedaan dalam politik merupakan hal biasa, karena ada kepentingan bangsa yang lebih besar.

"Kalau dia belum dewasa berpolitik, jangan berpolitik, jangan hal-hal begini disudutkan, dikembangkan rusak silaturahmi. Biasa, kok, kita perang-perangan banting kursi di parlemen, nggak ada rusak silaturahmi, biasa aja, setelah itu berkawan karena ada yang kepentingan lebih besar, gagasan dan ide kita membangun bangsa ke depan. Jadi jangan itu dianggap merusak silaturahmi," kata Zulfan.

(gbr/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT