ADVERTISEMENT

Ikut Pelatihan Teroris di Filipina-Suriah, Warga Sulsel Dipenjara 5 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Senin, 18 Jul 2022 14:13 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mendatangi lokasi penemuan bom di Setu, Tangerang Selatan. Belum ada tanggapan apapun dari Airin begitu tiba di lokasi.
Iustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada Nur Sahid. Warga Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) itu terbukti menjadi anggota teroris dengan mengikuti pelatihan militer di Mindano hingga Suriah.

Hal itu terungkap dalam putusan PN Jaktim yang dilansir websitenya, Senin (18/7/2022). Nur Sahid mulai mengikuti pelatihan militer di Pulau Mindanau, Filipina pada 1999. Sekembaliknya ke Indonesia, ia bergabung dengan jaringan teroris.

Pada 2011, Nur Sahid menjadi pelatih pendidikan militer untuk jaringannya di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Seperti membuat bahan peledak, menembap dengan M16, SS1, FN 45 revolver kaliber 45.

Pada 2013-2014, Nur Sahid membantu dalam pembuatan jenis PCP di bengkel las di Klaten. Di saat yang sama, Nur Sahid juga berangkat ke Suriah bergabung dengan Front Syiria Army (FSA) untuk mengikuti pelatihan militer yang dilakukan Jamaah Islamiyah.

Sepulangnya ke Indonesia, Nur Sahid terus melakukan pelaihan militer ke sel-sel teroris. Gerak-geriknya tercium Densus 88 dan ia ditangkap. Sejumlah senjata api ikut diamankan. Nur Sahid kemudian diadili di PN Jaktim.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun," demikian bunyi putusan PN Jaktim.

Majelis hakim menyatakan barang bukti sejumlah senjata api yang diamankan masih berfungsi dengan baik. Senjata-senjata tersebut merupakan senjata milik inventaris organisasi Jamaah Islamiah yang kemudian di simpan dan dirawat dan juga digunakan oleh terdakwa.

"Skibat perbuatan Terdakwa dan teman-temannya tersebut dapat mengakibatkan korban jiwa, menimbulkan ketakutan, dan trauma serta keresahan bagi warga masyarakat sekitar pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya," ucap majelis.

Simak juga video 'Penculik 12 Anak Klarifikasi soal Eks Teroris dan Murid Bahar':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT