ADVERTISEMENT

PBNU Akan Turun Langsung Pantau Sidang Tuntutan Kasus Julianto Eka Putra

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 18 Jul 2022 10:55 WIB
Kasus Julianto Eka Putra memasuki tahap baru. Julianto Eka Putra (JE) ditahan atas dugaan kekerasan seksual pada siswa Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI).
Julianto Eka Putra (Foto: dok. Istimewa/Kejati Jatim)
Jakarta -

PBNU bakal turun langsung memantau sidang tuntutan kasus dugaan kekerasan seksual dengan terdakwa Julianto Eka Putra. Perwakilan dari PBNU yang bakal datang Jusuf Hamka.

"Tanggal 20 akan ada sidang penuntutan, rencana kita akan turun melihat jalannya sidang. Pak Jusuf Hamka salah satu ketua PBNU rencananya akan hadir secara pribadi mengikuti persidangan di PN Malang," kata Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur dalam keterangannya, Senin (18/7/2022).

Gus Fahrur awalnya juga bakal memantau langsung jalannya sidang tuntutan tersebut. Namun dia berhalangan hadir karena ada agenda di Jakarta.

"Saya sendiri jika tidak berhalangan rencana akan datang menemani Pak Jusuf Hamka, karena kita sama-sama memiliki kepedulian terhadap kasus kejahatan ini. Namun sayangnya saya ada agenda di Jakarta," ujar Gus Fahrur.

Dia meminta kasus dugaan pelecehan seksual ini dituntut maksimal oleh jaksa. Dia juga mengajak masyarakat peduli dan mencegah tindakan kekerasan seksual agar tidak terjadi lagi.

"Kita berharap kepada jaksa agar memberikan tuntunan yang maksimal, siapa pun pelakunya. Kasus pelecehan seksual, pemerkosaan dan sejenisnya harus dihukum berat," ujar Gus Fahrur.

Sebelumnya, Julianto Eka Putra (JE) telah resmi ditahan atas dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah siswa di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

JE ditahan oleh kepolisian pada Senin (11/7). Ketua Yayasan SPI Kota Batu mengaku akan mengikuti proses hukum terhadap JE, sang pendiri SPI.

"Kami pasti mengikuti proses hukum yang ada. Apalagi di Indonesia. Kami tetap percaya pengadilan akan memberlakukan hukum sesuai apa yang ada," kata Ketua Yayasan Sekolah SPI Kota Batu, Sendy, dikutip detikcom, Rabu (13/7/2022).

Siswa dan alumni SPI juga diketahui membuat petisi 'Save SPI'. Mereka membentangkan kain putih yang sudah ditandatangani kurang lebih 200 anak. Di bagian belakang, ada layar besar disertai tagar #saveSPI, #bebaskankojul, #SPIbaik-baiksaja, dan #kitabersamakojul.

Kepala SMA SPI Kota Batu Risna Amalia Ulfa menanggapi soal petisi tersebut. Menurutnya, petisi itu dibuat sebagai respons atas kasus Julianto Eka Putra dan berdampak pada psikis siswa maupun aktivitas pendidikan sekolah.

"Itu mereka (mahasiswa dan alumni) inisiatif sendiri. Mereka takut dengan adanya kasus ini akan berdampak pada penutupan sekolah," ucap Risna.

(knv/dhn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT