ADVERTISEMENT

Kasus Julianto Eka Putra: JE Ditahan, Sekolah SPI Angkat Bicara

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 10:55 WIB
Kasus Julianto Eka Putra memasuki tahap baru. Julianto Eka Putra (JE) ditahan atas dugaan kekerasan seksual pada siswa Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI).
Julianto Eka Putra/JE (tengah) Ditahan Atas Dugaan Kekerasan Seksual (Foto: dok. Istimewa/Kejati Jatim)
Jakarta -

Kasus Julianto Eka Putra telah memasuki tahap baru. Julianto Eka Putra (JE) telah resmi ditahan atas dugaan kekerasan seksual terhadap sejumlah siswa di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Lantas, bagaimana nasib Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) yang didirikan oleh Julianto Eka Putra? Berikut ulasannya.

Kasus Julianto Eka Putra: Terdakwa JE Ditahan

Melansir dari detikJatim, Julianto Eka Putra (JE) adalah pendiri Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Ia mendirikan SMA SPI sejak tahun 2003 dan resmi membukanya pada tahun 2007. Namun, siapa sangka ternyata ia menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap siswi SPI.

JE ditahan oleh kepolisian pada Senin (11/7/2022). Ketua Yayasan SPI Kota Batu mengaku akan mengikuti proses hukum terhadap JE, sang pendiri SPI.

"Kami pasti mengikuti proses hukum yang ada. Apalagi di Indonesia. Kami tetap percaya pengadilan akan memberlakukan hukum sesuai apa yang ada," kata Ketua Yayasan Sekolah SPI Kota Batu, Sendy, dikutip detikcom, Rabu (13/7/2022).

Kasus Julianto Eka Putra memasuki tahap baru. Julianto Eka Putra (JE) ditahan atas dugaan kekerasan seksual pada siswa Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI).Kasus Julianto Eka Putra memasuki tahap baru. Julianto Eka Putra (JE) ditahan atas dugaan kekerasan seksual pada siswa Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). (Foto: M Bagus Ibrahim)

Siswa dan Alumni Sekolah Selamat Pagi Indonesia Buat Petisi "Save SPI"

Siswa dan alumni SPI diketahui membuat petisi "Save SPI". Mereka membentangkan kain putih yang sudah ditandatangani kurang lebih 200 anak. Di bagian belakang, ada layar besar disertai tagar #saveSPI, #bebaskankojul, #SPIbaik-baiksaja, dan #kitabersamakojul.

Kepala Sekolah SMA SPI Kota Batu Risna Amalia Ulfa menanggapi terkait petisi tersebut. Menurutnya, petisi itu dibuat sebagai respon atas kasus Julianto Eka Putra dan berdampak pada psikis siswa maupun aktivitas pendidikan sekolah.

"Itu mereka (mahasiswa dan alumni) inisiatif sendiri. Mereka takut dengan adanya kasus ini akan berdampak pada penutupan sekolah," ucap Risna.

Baca berita selengkapnya di sini.

Simak Video: Bos SMA SPI Kota Batu Dijebloskan ke Lapas Lowokwaru Malang

[Gambas:Video 20detik]




(kny/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT