ADVERTISEMENT

Jual Beli 'Obat Tidur' di Lapak Online dalam Bidikan Polisi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 15 Jul 2022 23:00 WIB
ilustrasi obat
Ilustrasi obat (Foto: iStock)
Jakarta -

Postingan penjualan obat tidur di salah satu platform marketplace membuat resah masyarakat. Penjualan obat tidur melalui online shop ini dikhawatirkan disalahgunakan.

Penjualan obat tidur di salah satu platform marketplace ini viral berawal dari postingan salah satu akun di Twitter pada 13 Juni 2022. Akun tersebut memposting 4 hasil tangkapan layar (screenshot) pencarian keyword atau kata kunci 'obat tidur' di platform dimaksud.

Hasil pencarian keyword 'obat tidur' itulah yang kemudian disoroti netizen, karena adanya penjual yang menggunakan kata-kata 'vulgar' dalam promosinya ini. Platfom marketplace dimaksud adalah Lazada.

Polisi Selidiki Penjualan Obat Tidur di Online

Menanggapi hal tersebut, Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa mengatakan pihaknya akan mendalami dan menyelidiki lebih lanjut terkait penjualan obat tidur tersebut.

"Kasih masih lidik (penyelidikan)," kata Mukti Juharsa saat dihubungi, Jumat (15/7/2022).

Dia menambahkan penyidik Ditnarkoba Polda Metro Jaya saat ini masih menelusuri penjualan obat tidur di marketplace. Mukti mengaku sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus tersebut.

"Kita sudah bentuk tim," katanya.

Mukti mengatakan obat tidur termasuk psikotropika dan tidak diperbolehkan dijual secara bebas.

"Tidak boleh dijual bebas, masuk psikotropika," ujar Mukti.

Baca di halaman selanjutnya: penjelasan Lazada

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT