Walkot Depok: Jakarta Jangan Sampai Jadi Kota Mati Setelah IKN Jadi

ADVERTISEMENT

Walkot Depok: Jakarta Jangan Sampai Jadi Kota Mati Setelah IKN Jadi

Dwi Rahmawati - detikNews
Jumat, 15 Jul 2022 18:44 WIB
Walkot Depok Mohammad Idris (Dwi Rahmawati/detikcom)
Walkot Depok Mohammad Idris (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengusulkan Depok bergabung dengan Jakarta. Dia mengingatkan agar Jakarta tidak menjadi kota mati setelah ibu kota negara (IKN) pindah ke Nusantara di Kalimantan Timur.

"Ini harus dibenahi sehingga Jakarta jangan sampai, setelah IKN (Ibu Kota Negara) jadi, kota mati. Potensinya sudah luar biasa, kemajuannya, ekonominya. Kita bisa jadikan kota misalnya. Misal ide saya ya, kota perekonomian internasional. Nanti ditunjang oleh penunjang-penunjang di sebelahnya," papar Idris di Jalan Karya Bakti, Beji, Jumat (15/7/2022).

Idris menilai kota penyangga Jakarta memiliki banyak persamaan. Terlebih, kata dia, ada ikatan Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) wilayah Jabodetabekjur.

"Kan pembangunan pelayanan sangat terkait dengan kesejahteraan masyarakat, UMKM-nya sama, kasus anak kepemudaannya juga sama. Depok, Bekasi, Tangsel, Jakarta Raya itu sama. Dulu pernah ada ikatan namanya BKSP, Badan Kerja Sama Pembangunan, yang terakhir diketuai oleh Pak Anies," ucapnya.

Namun, dia mengatakan, kolaborasi antarwilayah bisa terbentur beragam regulasi. Dia mengatakan tarik-menarik politik bakal menjadi salah satu benturan.

"Karena kita terbentur dengan aturan ketentuan tentang masalah hibah, terbatas sekali hibah itu. Terus belum lagi persetujuan DPRD ya kan, tarik-tarikan politik dan sebagainya," ucapnya.

Idris menilai pernyataannya hanya usulan. Keputusan tetap ada di pemerintah pusat.

"Kewenangannya pemerintah pusat, DPR, MPR termasuk Presiden. Ketika mengeluarkan kebijakan IKN, nah kita usulkan pada Presiden, coba kota-kota Jakarta dan penyangganya dibenahi. Dulu kan di zaman penjajah pernah ingin dijadikan Jakarta dan sekitarnya 'Amsterdam-nya Indonesia'," ucapnya.

Usulan Jakarta Raya Menurut Idris

Idris mengatakan usulan Jakarta Raya itu terkait dengan keberadaan Ibu Kota Negara (IKN).

"Ini harus diluruskan pemahaman Jakarta Raya, bahwa isu yang saya lontarkan itu terkait dengan penerapan Undang-Undang IKN," paparnya.

Selain itu, ide Jakarta Raya bukan usulan teranyar. Idris menyebut ide itu sempat dilontarkan saat zaman Orde Baru.

"Saya teringat dulu pernah ada beberapa ide sejak zaman Orde Baru. Ide ini sudah ada terakhir kalau nggak salah Pak Sutiyoso dengan pakar pemerintahan daerah Pak Ryaas Rasyid. Beliau melontarkan bahwa euforia otonomi ini jangan sampai merugikan negara," ucapnya.

Menurutnya, persoalan yang ada di Jakarta dan daerah penyangga terkait satu dan lainnya. Hal itulah yang menjadi dasar usulan penyatuan Jakarta Raya.

Lihat juga video 'Jaga Keamanan IKN, BSSN Siapkan Pasukan Siber':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT