ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Usaha Warga Terganggu Imbas Air PAM Depok yang Tak Mengalir 3 Hari

Mulia Budi - detikNews
Jumat, 15 Jul 2022 17:35 WIB
Warga Kompleks Marinir, Pancoranmas Depok mengantre air bersih dari tangki gegera gangguan air PAM, Kamis (14/7/2022).
Warga Kompleks Marinir di Pancoranmas, Depok, Jawa Barat, antre air, 14 Juli 2022. (Femi/detikcom)
Depok -

Warga di Kompleks Marinir, Pancoranmas, Depok, Jawa Barat, mengeluhkan air PAM yang mati selama tiga hari terakhir. Kondisi air yang tidak mengalir itu mengganggu usaha yang dimiliki warga di wilayah tersebut.

Salah seorang warga bernama Santi, yang tinggal di RT 03 RW 06 Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Depok, mengatakan air PAM sudah kembali mengalir. Menurutnya, air itu baru mulai mengalir hari ini.

"Baru nyala tadi pagi, sekitar jam 07.00 WIB udah nyala sih, tapi tiga hari kemarin mati. Itu mati total, nggak nyala sama sekali," kata Santi saat ditemui di kediamannya, Jumat (15/7/2022).

Santi mengatakan harus membeli air isi ulang untuk mencukupi kebutuhan airnya saat PAM tidak mengalir. Dia menyebut air isi ulang itu digunakan untuk masak, mandi, serta minum.

"Semua kita pakai isi ulang karena Kompleks Marinir ini sedikit yang pakai air tanah, yang punya pompa tanah itu sedikit. Ya sudah, mau nggak mau air isi ulang. Mandi, masak, semua pakai air isi ulang," tuturnya.

Selain itu, dia mengaku usaha produksi minuman tradisionalnya, yaitu berupa jamu, juga terganggu. Santi tidak melakukan produksi jamu selama tiga hari ketika air PAM mati.

"Nggak nyuci, terus ada usaha juga kan di rumah, jadi kita berhenti produksi. Yang paling parah sih itu, (usaha) jamu-jamuan gitu," ujarnya.

"Air tuh penting banget soalnya, dari kita nggak nyuci baju tiga hari, kita berhenti produksi untuk usaha tiga hari," tambahnya.

Dia mengatakan produksi usaha jamu miliknya baru mulai dilakukan hari ini. Dia menyebut produksi dilakukan kembali setelah memastikan air yang mengalir layak dikonsumsi.

"Hari ini sudah mulai (produksi). Begitu tadi kita kuras, kita cek, udah normal, ya udah, kita mulai produksi," ucapnya.

Sebelumnya, warga Kompleks Marinir lainnya, Ria Amanah (39), mengaku sempat mendapat pemberitahuan dari PDAM soal akan ada gangguan air bersih. Namun pemberitahuan itu menyebut gangguan hanya 24 jam.

"Bukan hanya kebutuhan air sehari-hari yang terhambat, tetapi sebagai pemilik usaha rumah tangga di bidang kuliner, saya harus menunda orderan. Saya sampaikan ke pelanggan penundaan dua hari karena masalah air, tetapi ternyata sampai tiga hari air belum mengalir," kata Ria di Kompleks Marinir, Kamis (14/7) kemarin.

Ria mendapat informasi bahwa terjadi kerusakan pipa PDAM karena pembangunan underpass Jl Dewi Sartika. Beberapa wilayah disebut juga terdampak karena kerusakan pipa tersebut.

Senada, warga lain, Triasnani (50), mengeluhkan ketiadaan air bersih. Dia sedikit lega setelah diinformasikan ada mobil keliling untuk mengatasi sementara suplai air bersih pada Kamis ini.

"Aduh, saya sudah nggak keramas beberapa hari. Ini mumpung ada air keliling, jadi saya maksimalkan semua ember dan galon diisi," ujar Trias.

Sebelumnya, warga di Kompleks Marinir Pancoranmas, Depok, Jawa Barat, mengeluhkan air PDAM yang tiga hari tidak mengalir di wilayahnya. PT Tirta Asasta Depok selaku perusahaan air minum Pemkot Depok mengatakan penyebab masalah itu adalah pipa bocor di Jl Dewi Sartika.

Lokasi pipa bocor gara-gara kena bore pile underpass Dewi Sartika, Depok, Jawa Barat. (Dok PT Tirta Asasta Depok)Lokasi pipa bocor gara-gara kena bore pile underpass Dewi Sartika, Depok, Jawa Barat. (Dok PT Tirta Asasta Depok)

"Pipa terkena alat berat bore pile yang sedang melakukan proyek penggalian untuk keperluan pembangunan underpass. Kebocoran pipa tersebut membuat pasokan air bersih yang didistribusikan melalui pipa terbuang ke badan jalan. Pasokan ke konsumen pun terganggu," kata Direktur Operasional PT Tirta Asasta Depok Sudirman dalam keterangan yang diterima detikcom, tadi.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT