Wacana Pansus DPRD DKI Buntut Polemik Nama Jalan Diganti

ADVERTISEMENT

Wacana Pansus DPRD DKI Buntut Polemik Nama Jalan Diganti

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 20:32 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan perubahan 22 nama jalan di wilayah Jakarta. Nama-nama jalan itu diambil dari nama tokoh-tokoh Betawi.
Sebanyak 22 nama tokoh Betawi diabadikan menjadi nama jalan di Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Polemik perubahan nama jalan di Jakarta menggunakan nama tokoh Betawi belum berhenti. DPRD DKI Jakarta berencana membentuk panitia khusus (pansus).

"Kita akan membentuk Pansus terkait pergantian nama, sesuai usulan dari kawan-kawan. Iya supaya di kemudian hari tidak terjadi kejadian seperti ini lagi," kata Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono dalam keterangan tertulis, Kamis (14/7/2022).

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta melakukan perubahan nama terhadap 22 ruas jalan di 5 kota madya dan Kabupaten Kepulauan Seribu. Tidak semua warga Jakarta menerima perubahan nama jalan itu.

Mujiyono juga mengaku menerima pengaduan dari masyarakat. Pasalnya perubahan nama jalan itu membuat warga harus mengubah keterangan alamat di Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Induk Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), maupun dokumen kependudukan lainnya.

Ketua DPD Partai Demokrat Jakarta itu mengatakan usulan pembentukan pansus itu akan direkomendasikan kepada pimpinan DPRD DKI Jakarta.

"Ini kan baru tahap awal pergantian nama jalan tersebut. Tahap berikutnya katanya akan ada banyak nama jalan yang akan diganti," jelasnya.

Dukungan pembentukan pansus juga disampaikan anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono. Dia mengatakan kebijakan perubahan nama jalan itu justru merepotkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

"Kita harus cari tahu dulu pangkalnya. Dukcapil ini hanya akibat, itu persoalannya. Makanya tidak tuntas persoalan, jadi persoalan ini yang bisa menuntaskan hanya pansus kalau nggak pansus nggak tuntas," tegas Gembong.

Data Warga Terdampak Perubahan Nama Jalan

Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta Budi Awaludin menyampaikan pihaknya telah melakukan layanan jemput bola untuk penyesuaian dokumen kependudukan bagi warga yang mengalami pergantian nama jalan di Jakarta.

Sejauh ini, sebanyak 2.353 KTP atau 80,89% dan 1.309 KK atau 96,39% telah disesuaikan. Dia mengakui masih ada penolakan perubahan nama jalan di tengah masyarakat, khususnya di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat dan Bambu Apus, Jakarta Timur.

"Jadi saat ini untuk perubahan nama jalan yang melakukan penolakan berdasarkan data kami di Tanah Tinggi menyisakan 25 KTP dan di Jalan Bambu Apus Raya atau Jalan Mpok Nori itu berdasarkan data kami ini ada 680. Ada 750 KTP, namun yang sudah dibagikan hanya 74, jadi angkanya di 11, 73%," ucap Budi.

DKI Berencana Lanjutkan Perubahan Nama Jalan

Perubahan nama jalan di Jakarta tak terhenti di 22 ruas jalan. Perubahan nama jalan akan tersebut akan diteruskan. Apa alasannya?

Lihat juga video 'Anies Ganti Nama Jalan di Jakarta: Ini Tak Selesai di Sini':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT