ADVERTISEMENT

Warga Tanah Tinggi Tolak Nama Jalan Baru, Begini Respons Wagub DKI

Karin Nur Secha - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 17:57 WIB
Jalan Tanah Tinggi di Jakpus yang berganti nama menjadi Jalan A. Hamid Arief (Anggi/detikcom)
Jalan Tanah Tinggi di Jakpus yang berganti nama menjadi Jalan A. Hamid Arief (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Warga Jalan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, menolak nama jalan baru yang diresmikan Gubernur DKI Anies Baswedan. Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan atensi atas komplain warga tersebut.

Dia mengatakan Pemprov DKI telah melewati proses panjang dalam proses perubahan 22 nama jalan. Riza mengatakan prinsipnya perubahan nama jalan dengan tokoh Betawi merupakan bentuk penghormatan.

"Memang semuanya sudah melalui proses yang panjang, pertimbangan. Terkait komplain masyarakat, kami memahami, mengerti. Kami menampung dan memberikan perhatian," kata Riza kepada wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (1/7/2022).

"Prinsipnya, penamaan jalan dengan tokoh-tokoh Betawi, tokoh-tokoh yang lain, ini dimaksudkan baik, untuk memberikan penghargaan-penghormatan dan mudah-mudahan juga menjadi teladan bagi kita semua," imbuhnya.

Riza juga menjawab kritik Ketua DPRD DKI Prastio Edi yang menyebut nama-nama jalan tokoh Betawi yang diresmikan Anies tak melibatkan anggota Dewan.

"Itu kan sudah satu proses ya, nanti diberitahukan. Semuanya diberitahukan, program Pemprov disampaikan ke DPRD sebagai mitra Pemprov," kata dia.

Sementara itu, terkait usulan nama Ali Sadikin jadi nama jalan, Riza mengatakan akan jadi pertimbangan Pemprov.

"Tentu nama nama tokoh-tokoh Betawi, tokoh-tokoh yang baik akan menjadi pertimbangan kami untuk dapat dimasukkan nama jalan," katanya.

Sebelumnya, Irzon, salah satu warga Jalan Tanah Tinggi, mengatakan pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam perubahan nama jalan. Selain itu, nama Hamid Arief yang diabadikan menjadi nama jalan di wilayahnya disebutnya bukan warga Jalan Tanah Tinggi.

"Saya mewakili warga menolak pergantian nama ini dengan keras tanpa alasan apa pun, dan setahu kami kenapa harus jalan kami yang dipilih, sedangkan nama Hamid Arief bukan warga kami dan tidak pernah berdomisili di daerah kami," kata Irzon di Jalan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (30/6).

Menurut Irzon, perubahan nama itu juga menimbulkan masalah baru bagi warga, yaitu persoalan administrasi. Dia pun menekankan bahwa perubahan nama itu tidak melibatkan warga.

"Yang kita alami masalah administrasi. Masalah perubahan jalan kita warga satu orang pun tidak pernah dilibatkan. Jangankan warga, RT setempat pun tidak diberi tahu dan masang plang jalan itu diam-diam dan tengah malam," katanya.

Lihat juga video 'Anies Ganti Nama Jalan di Jakarta: Ini Tak Selesai di Sini':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT