ADVERTISEMENT

Febri Diansyah soal Diajak Fahri Hamzah Ikuti Jejak BW: Ngomong Apa Sih?

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 18:02 WIB
Febri Diansyah
Febri Diansyah (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah menanggapi pernyataan Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah yang meminta dirinya mengikuti jejak Bambang Widjojanto (BW) menjadi pengacara pembela tersangka korupsi. Apa kata Febri?

"Lagi ngomong apa sih?" ucap Febri membalas pernyataan Fahri Hamzah sambil menyertakan emoticon tertawa di akun Twitter pribadinya seperti dilihat, Kamis (14/7/2022).

Sebelumnya, Fahri Hamzah memberi dukungan kepada BW yang masuk barisan kuasa hukum Mardani H Maming, tersangka korupsi izin tambang di Tanah Bambu, Kalimantan Selatan. Hal ini, kata Fahri, menutup pandangan negatif terkait lawyer yang mendukung tersangka korupsi.

"Sayalah orang yang paling bahagia melihat seorang lawyer tidak dihina gara-gara membela seorang tersangka korupsi. Di masa lalu ada kesengajaan secara jahat menghukum lawyer yang membela koruptor. Maju terus mas BW dan Prof Denny. Junjung tinggi prinsip praduga tak bersalah!" kata Fahri dalam cuitannya yang diunggah, Kamis (14/7).

Fahri mengatakan menghormati hak advokat dalam membela siapa pun yang perlu dibela, terutama masyarakat. Menurutnya, peradilan akan menjadi seimbang jika ada pendampingan bagi masyarakat yang terjerat pidana.

Dalam cuitannya itu, Fahri kemudian menyebut KPK pernah seolah-olah melarang tersangka korupsi didampingi pengacara supaya mudah divonis bersalah. Dia menyebut hal itu sebagai bentuk kampanye negatif.

"Di masa lalu telah berkembang kampanye yang berlebihan seolah-olah dalam kasus korupsi, pendampingan lawyer atau penasehat hukum sangat dibatasi supaya rakyat (tersangka korupsi) yang tidak didampingi tersebut mudah divonis bersalah. Saya tahu memang diantara para pegiat antikorupsi di masa lalu telah terjadi perilaku yang ekstrem memandang mereka yang membela koruptor adalah juga koruptor. Dan sadar atau tidak, KPK di masa lalu ikut mendukung kampanye negatif semacam ini," ujarnya.

Fahri menilai pandangan tersebut justru sesat. Penegakan hukum seperti itu dinilai Fahri hanya berlandaskan kebencian.

"Menurut saya pandangan itu sesat dan diliputi oleh kampanye berlebihan yang pada akhirnya adalah indikator bahwa orang tersebut sejak dalam pikiran sudah berlaku tidak adil. Memang penegakan hukum antikorupsi di masa lalu menurut saya dipenuhi oleh kampanye kebencian," ucapnya.

Oleh karena itulah dia mendukung langkah BW menjadi pengacara tersangka korupsi. Fahri menilai tidak ada larangan seorang pengacara dalam membela siapa pun.

Lihat juga video 'Analisis BW soal Pemberhentian 51 Pegawai KPK, Singgung Partai Berkuasa!':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT