ADVERTISEMENT

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa Pengeroyok Ade Armando

Nahda Rizki Utami - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 15:13 WIB
Jakarta -

Jaksa penuntut umum (JPU) meminta majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan terdakwa kasus pengeroyokan Ade Armando, Abdul Latif. Jaksa meminta sidang kasus pengeroyokan Ade Armando dilanjutkan ke pemeriksaan saksi-saksi.

"Kami mohon kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini agar memutuskan menyatakan keberatan atau eksepsi yang diajukan kuasa hukum terdakwa Abdul Latif yang dibacakan pada Rabu, 13 Juli 2022, dinyatakan ditolak dan tidak dapat diterima," kata jaksa saat membacakan tanggapannya terhadap eksepsi Abdul Latif di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (14/7/2022).

Jaksa meminta perkara pengeroyokan Ade Armando dilanjutkan ke tahap pembuktian. Menurut jaksa, surat dakwaan telah cermat dan sesuai aturan hukum.

"Menyatakan persidangan perkara atas nama Abdul Latif dilanjutkan dengan pembuktian atas tindak pidana yang didakwakan kepadanya," ujar jaksa.

Jaksa menyebut persoalan Abdul Latif tidak didampingi pengacara merupakan hal yang tidak jelas dan di luar materi eksepsi. Jaksa meminta majelis hakim untuk menolak seluruh eksepsi terdakwa.

"Terkait dengan alasan keberatan yang menyatakan bahwa terdakwa Abdul Latif. Oleh karena terdakwa tidak didampingi sebelumnya, sebagaimana tersebut di atas, menurut jaksa penuntut umum adalah sesuatu yang tidak jelas dan tidak perlu dibahas karena bukan permasalahan pokok dan berada di luar materi eksepsi," sebut jaksa.

"Menyatakan dakwaan penuntut umum dan seterusnya dalam nota keberatan tidak mendasar karena alasan tersebut sebagaimana Pasal 156 sehingga tidak perlu dipertimbangkan dan ditolak untuk seluruhnya," tambahnya.

Eksepsi Abdul Latif

Sebelumnya, pengacara Abdul Latif, Eggi Sudjana, mengatakan Abdul Latif sejak awal penyidikan tidak pernah didampingi pengacara. Oleh karena itu, Eggi menilai dakwaan jaksa yang berlandaskan berita acara pemeriksaan (BAP) Abdul Latif tidak sah.

Eggi pun meminta Abdul Latif dibebaskan. Dia meminta hakim membatalkan surat dakwaan jaksa.

"Kami memohon kepada majelis hakim untuk menerima eksepsi dari penasihat hukum Abdul Latif. Kedua, menyatakan surat dakwaan penuntut umum batal demi hukum," kata Eggi Sudjana di PN Jakpus, Rabu (13/7/2022).

"Menetapkan pemeriksaan perkara terhadap Terdakwa Abdul Latif tidak dilanjutkan dan membebaskan Terdakwa dari segala dakwaan dan mengeluarkannya dari tahanan," imbuhnya.

Hakim pun menunda sidang dengan agenda tanggapan jaksa atas eksepsi Abdul Latif. Setelah itu, dalam agenda sidang berikutnya, hakim akan membacakan putusan sela.

Sebelum menutup sidang, hakim ketua Dewa Ketut Kartana berbicara terkait hati. Hakim meminta semua anggota sidang, baik terdakwa, jaksa, maupun pengacara, menjaga hati.

"Ya jaksa saya beri kesempatan besok beri tanggapan jaksa ya. Yang lainnya, tolong jaga hati, kalau ini (mulut) bisa bohong, tapi kalau hati tidak," kata hakim Dewa sebelum menutup sidang.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT