ADVERTISEMENT

Hakim Tunda Putusan Sela Kasus Pengeroyokan Ade Armando

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 15:55 WIB
Sidang Pengeroyokan Ade Armando (Zunita-detikcom)
Sidang Pengeroyokan Ade Armando (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim menunda sidang pembacaan putusan sela atas eksepsi atau nota keberatan terdakwa kasus pengeroyokan Ade Armando. Pembacaan putusan sela ditunda lantaran salah satu pengacara terdakwa, yakni Abdul Latif, meminta kesempatan kepada hakim untuk membacakan eksepsi.

Dalam sidang ini, enam terdakwa adalah Marcos Iswan, Komar, Abdul Latif, Al Fikri Hidayatullah, Dhia Ul Haq, dan Muhannad Bagja. Abdul Latif awalnya tidak mengajukan eksepsi karena dia tidak didampingi pengacara.

Kemudian, di persidangan hari ini, dia mendapat tim pengacara, yakni Eggi Sudjana dan Elidanetti. Karena itu, dia dan pengacaranya meminta hakim menunda putusan sela.

Awalnya hakim tidak mengabulkan dan akan tetap melanjutkan agenda sidang menjadi putusan sela. Namun, pengacara Abdul Latif, Eggi Sudjana, meminta hakim mengabulkan dan bicara keadilan, hingga akhirnya hakim pun mengabulkan permohonan Eggi itu.

Eksepsi Abdul Latif

Eggi mengatakan Abdul Latif sejak awal penyidikan tidak pernah didampingi pengacara. Oleh karena itu, Eggi menilai dakwaan jaksa yang berlandaskan berita acara pemeriksaan (BAP) Abdul Latif tidak sah.

Eggi pun meminta Abdul Latif dibebaskan. Dia meminta hakim membatalkan surat dakwaan jaksa.

"Kami memohon kepada majelis hakim untuk menerima eksepsi dari penasihat hukum Abdul Latif. Kedua, menyatakan surat dakwaan penuntut umum batal demi hukum," kata Eggi Sudjana di PN Jakpus, Rabu (13/7/2022).

"Menetapkan pemeriksaan perkara terhadap Terdakwa Abdul Latif tidak dilanjutkan dan membebaskan Terdakwa dari segala dakwaan dan mengeluarkannya dari tahanan," imbuhnya.

Hakim pun menunda sidang hingga besok (14/7) dengan agenda tanggapan jaksa atas eksepsi Abdul Latif. Setelah itu, agenda sidang berikutnya hakim akan membacakan putusan sela.

Sebelum menutup sidang, hakim ketua Dewa Ketut Kartana berbicara terkait hati. Hakim meminta semua anggota sidang, baik terdakwa, jaksa, maupun pengacara, menjaga hati.

"Ya jaksa saya beri kesempatan besok beri tanggapan jaksa ya. Yang lainnya, tolong jaga hati, kalau ini (mulut) bisa bohong, tapi kalau hati tidak," kata hakim Dewa sebelum menutup sidang.

Simak halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Pengacara Minta Provokator Kasus Ade Armando Diproses, Polisi: Fokus Pelaku':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT