Nasib 6 Pengeroyok Ade Armando Ditentukan Hakim PN Jakpus Siang Ini

ADVERTISEMENT

Nasib 6 Pengeroyok Ade Armando Ditentukan Hakim PN Jakpus Siang Ini

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 14:04 WIB
Ade Armando usai diperiksa polisi (Samsudhuha-detikcom)
Ade Armando (detikcom)

Berikut kekerasan yang dilakukan enam terdakwa:

- Marcos Iswan menendang saksi korban Ade Armando sebanyak dua kali menggunakan kaki kanan hingga saat itu saksi korban Ade Armando terjatuh miring di jalan.

- Komar memukul menggunakan tangan kanan mengepal sebanyak satu kali mengenai bagian rahang sebelah kiri, kemudian memukuli bagian kepala korban sebanyak satu kali, saat itu saksi korban Ade Armando sedang dikerumuni dan dipukuli oleh massa.

- Abdul Latif memukul pipi saksi korban Ade Armando pada bagian sebelah kiri sebanyak satu kali dengan menggunakan tangan kanan.

- Muhannad Bagja penarikan kaos saksi korban Ade Armando dengan menggunakan tangan kiri.

- Al Fikri Hidayatullah memukul bagian mata sebelah kanan saksi korban menggunakan tangan kosong sebelah kanan dan menendang dengan kaki kiri sebanyak tiga kali mengenai bagian paha bagian perut saat saksi korban Ade Armando sudah jatuh tersungkur.

- Dhia Ul Haq dari arah belakang langsung memukul kepala bagian belakang saksi korban Ade Armando dengan menggunakan tangan kanan.

Perbuatan keenam terdakwa, kata jaksa, diikuti oleh massa lainnya. Massa juga ikut memukul dan menarik pakaian Ade Armando hingga jatuh ke jalan sebelum diamankan petugas.

Jaksa mengungkapkan atas perbuatan enam terdakwa, Ade Armando mengalami luka-luka pada bagian kepala dan wajah. Ade Armando juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit saat itu.

"Bahwa akibat kekerasan yang dilakukan para terdakwa terhadap saksi korban tersebut menyebabkan saksi Ade Armandi mengalami luka-luka sebagaimana diterangkan dalam Surat Visum et Revertum Nomor 005/MRCCC/MRD/IV/2022 tanggal 19 April 2022 yang dibuat dan ditandatangani oleh dr.Silvia (Resident Medical Officer) dan DR.dr.Made Agus Mahendra Inggas, Sp.BS (Neuro Surgeon) dari Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospital," ucap jaksa.

"Kesimpulan (surat visum) sebagai berikut: berdasarkan temuan yang didapatkan atas korban dapat disimpulkan bahwa korban adalah seorang laki-laki berusia 60 tahun diantar dalam keadaan sadar dan lemah. Dari pemeriksaan didapatkan luka robek pada bagian kepala yang sebagian telah dilakukan perawatan, luka memar dan bengkak wajah, luka lecet didaerah kelopak mata kanan dan kiri, tungkai bawah kanan dan kiri, serta kaki kiri, disertai cedera kepala dengan gambaran perdarahan bawah selaput keras dan lunak otak, memar jaringan otak yang berlokasi di otak bagian depan sebelah kanan dan otak bagian belakang terutama sebelah kanan, akibat persentuhan dengan benda tumpul," imbuh jaksa.

Atas perbuatan itu, enam terdakwa didakwa melanggar Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP subsider Pasal 170 ayat 1 KUHP.


(zap/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT